EtIndonesia. Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mempresentasikan kepada sekitar 3.000 kontraktor pertahanan sebuah presentasi berjudul “Bertindak Cepat, Berpikir Berani!” yang menunjukkan bahwa desain sistem “Golden Dome” jauh lebih kompleks dibandingkan sistem pertahanan sebelumnya.
Program pertahanan rudal “Golden Dome” memiliki anggaran 175 miliar dolar AS untuk membangun sistem pertahanan rudal yang mencakup dari luar angkasa hingga daratan. Presiden Trump menegaskan, “Golden Dome” lebih kuat dibandingkan “Kubus Besi” (Iron Dome) dan akan mengakhiri ancaman rudal terhadap daratan AS, mewujudkan visi Presiden Reagan empat puluh tahun lalu.
“Setelah sepenuhnya dibangun, sistem Golden Dome dapat mencegat rudal yang diluncurkan dari seluruh penjuru dunia, bahkan dari sisi lain bumi. Kita akan memiliki sistem terbaik sepanjang sejarah,” katanya.
Menurut laporan presentasi pemerintah AS yang diungkap media, sistem Golden Dome akan menggunakan arsitektur pertahanan empat lapis, terdiri dari satu lapis pertahanan satelit dan tiga lapis pertahanan darat, serta akan menempatkan 11 lokasi peluncuran rudal jarak pendek di daratan AS, Alaska, dan Hawaii.
Pekan lalu, dalam sebuah konferensi di Huntsville, Alabama, pemerintah AS menunjukkan presentasi “Bertindak Cepat, Berpikir Berani!” kepada sekitar 3.000 kontraktor pertahanan, mengungkap bahwa desain sistem ini jauh lebih rumit dibandingkan sistem pertahanan manapun sebelumnya.
Biaya pembangunan sistem Kubus Emas diperkirakan 175 miliar dolar AS, namun target biaya final belum ditetapkan. Hingga saat ini, selain alokasi 25 miliar dolar AS dari One Big Beautiful Bill Act atau OBBBA yang artinya Undang-Undang Besar dan Indah untuk Golden Dome, Presiden Trump juga telah menganggarkan 45,3 miliar dolar AS khusus dalam APBN tahun fiskal 2026.
Salah satu tujuan utama Kubus Emas adalah mencegat rudal musuh pada fase “pendorongan” (boost phase), yaitu tahap ketika rudal melintasi atmosfer bumi dengan kecepatan relatif lambat dan lintasannya lebih mudah diprediksi.
Presentasi pemerintah juga mengungkap adanya pangkalan rudal besar baru di wilayah Midwest AS, yang akan digunakan untuk menempatkan “interseptor generasi berikutnya” buatan Lockheed Martin, sebagai bagian dari sistem pertahanan “lapisan atas” bersama sistem Aegis.
Garis pertahanan terakhir disebut sebagai “lapisan bawah” dan “pertahanan wilayah terbatas”, yang mencakup radar generasi baru, sistem pertahanan rudal Patriot yang saat ini aktif, serta peluncur serbaguna baru yang mampu menembakkan berbagai jenis interseptor, baik yang sudah ada maupun yang akan datang.
Pada Mei tahun ini, dalam konferensi pers di Kantor Oval, Presiden Trump menyatakan bahwa sistem Kubus Emas akan jauh lebih kuat daripada sistem pertahanan Iron Dome, dan membantu rakyat Amerika mewujudkan impian menjaga keamanan negara.
“Kita akan benar-benar menyelesaikan pekerjaan yang dimulai Presiden Reagan 40 tahun lalu, mengakhiri selamanya ancaman rudal terhadap daratan AS, dengan tingkat keberhasilan pencegatan yang sangat mendekati 100%,” ujarnya. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


