Gelombang panas terbaru melanda Eropa, dengan suhu di beberapa wilayah mencapai lebih dari 40°C. Didukung oleh suhu tinggi dan angin kencang, kebakaran hutan berkobar di berbagai penjuru benua. Di Spanyol, wilayah yang terdampak paling parah, sedikitnya tiga orang tewas akibat kebakaran dan ribuan orang dievakuasi darurat.
EtIndonesia. Pada Kamis (14/8/2025), petugas pemadam kebakaran di Spanyol berjuang keras memadamkan api. Unit Darurat Militer Spanyol menyatakan telah mengerahkan lebih dari 1.200 personel militer untuk memberikan bantuan tambahan pemadaman.
Di wilayah otonomi Galicia, api telah melalap lebih dari 20.000 hektare. Di kota Monterrei, Provinsi Ourense, situasi sangat parah.
Seorang peternak, Rosda Álvarez berkata, “Domba dan kambing, total 15 ekor, mati terbakar.”
Pemerintah Spanyol menyatakan sejauh ini kebakaran telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Menurut data yang dirilis oleh Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa, hingga saat ini luas area yang terbakar di Spanyol telah mencapai 148.200 hektare, atau 3,5 kali lipat dari total luas kebakaran sepanjang tahun 2024.
Di Portugal, situasinya juga sangat serius. Pada Kamis, kebakaran mulai mendekati kawasan pemukiman di Aguiar da Beira, mengancam keselamatan warga setempat.
Di kota Trancoso, sekitar 350 km timur laut Lisboa, lebih dari 700 petugas pemadam kebakaran berusaha keras mencegah penyebaran api.
Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Albania menyatakan bahwa kebakaran di sebagian besar wilayah telah terkendali, namun masih ada titik api yang menyebar di berbagai daerah.
Kementerian Pertahanan Albania mengatakan pihaknya akan terus mengerahkan lebih dari 1.100 petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api di pegunungan.
Di Delvinë, Albania selatan, dan dekat Gramsh di wilayah tengah, api berkobar hebat, dan petugas berjuang memadamkan kobaran.
Pejabat setempat mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir sekitar 50 rumah terbakar habis.
Kepolisian Albania menyebutkan bahwa sejauh ini telah ada 46 orang ditangkap atas dugaan sengaja maupun tidak sengaja memicu kebakaran.
Seorang juru bicara Uni Eropa pada Kamis menyatakan bahwa bantuan sedang disalurkan ke negara-negara anggota yang terdampak parah, termasuk Spanyol.
“Kemarin, Spanyol meminta bantuan dan untuk pertama kalinya mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil guna menghadapi kebakaran hutan. Kami segera mengerahkan dua pesawat UE yang berbasis di Prancis, dan diperkirakan akan mulai beroperasi hari ini,” ujar juru bicara UE Eva Hecirova. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


