India–Pakistan Dilanda Hujan Lebat Langka, Banjir Bandang dan Longsor Tewaskan Ratusan Orang

Beberapa hari terakhir, hujan deras langka melanda sejumlah wilayah termasuk Kashmir yang dikuasai India serta barat laut Pakistan. Hujan ini memicu banjir bandang dan tanah longsor, menimbulkan ratusan korban jiwa dan luka-luka.

EtIndonesia. Pada Jumat (15 Agustus), di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, banjir bandang menerjang desa-desa, menenggelamkan sebagian rumah warga.

Direktur Badan Penanggulangan Bencana Pakistan, Saeed Ur, mengatakan:  “Terjadi peristiwa banjir, sayangnya enam orang dalam satu rumah tewas, dan tiga rumah hanyut terbawa arus.”

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan, bencana banjir ini telah menewaskan 194 orang di Pakistan.

Di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang paling parah terdampak, pejabat setempat menyebut banjir menewaskan 180 orang, melukai 23 orang, serta merusak sekitar 30 rumah.

Seorang warga, Muhammad Anwar, menuturkan:  “Banjir bandang datang dari hulu, air masuk ke kota dan rumah-rumah kami, menghanyutkan banyak kendaraan. Beberapa mobil hancur total.”

Pejabat setempat menambahkan, sebuah helikopter jatuh saat melakukan misi penyelamatan korban banjir, lima awaknya tewas.

Badan Penanggulangan Bencana Pakistan melaporkan bahwa sejak 26 Juni lalu, setidaknya 477 orang meninggal, 763 orang terluka, dan lebih dari 1.851 rumah rusak akibat banjir di seluruh negeri.

Di Kashmir yang dikuasai India, banjir juga menimbulkan dampak besar. Beberapa warga masih kehilangan kontak dengan anggota keluarga.

Seorang istri korban, Saniha, berkata:  “Anak perempuan, anak laki-laki, dan suami saya bersama-sama saat itu. Anak saya hanyut tapi berhasil diselamatkan tentara. Namun saya belum tahu kabar anak perempuan dan suami saya.”

Sehari sebelumnya, sebuah desa terpencil di wilayah tersebut diterjang banjir bandang dan longsor. Sebuah dapur umum bagi para peziarah tertimbun material longsor, sejumlah peziarah ikut tertimbun.

Petugas penyelamat, Kuldeep Singh, mengatakan:  “Di wilayah ini mungkin masih ada 100 hingga 150 orang yang tertimbun.”

Seorang penyintas banjir menuturkan:  “Saya terjebak di bawah sebuah mobil, saya pikir tidak akan selamat. Saya melihat ayah saya, lalu saya berusaha keluar. Ketika saya berhasil, saya melihat ibu saya terhimpit tiang listrik, bersama orang lain yang terjebak. Saya akhirnya bisa kabur, tapi ibu saya mengalami luka parah.”

Pemerintah India menyatakan bahwa banjir akibat hujan deras ini telah menewaskan 56 orang dan sedikitnya 200 orang hilang. Tim penyelamat masih terus mencari korban selamat. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine