Dokter di Tiongkok Mengeluarkan Gumpalan Rambut Seberat 2 Kg dari Perut Seorang Gadis

EtIndonesia. Dokter di Tiongkok terpaksa mengeluarkan “gumpalan rambut” seberat 2 kg dari perut seorang gadis remaja setelah dia kecanduan mencabut dan memakan rambutnya sendiri selama enam tahun.

Pada bulan Juli, gadis berusia 15 tahun yang dipanggil Nini, dari Provinsi Henan di Tiongkok tengah, pergi ke Rumah Sakit Anak Wuhan di provinsi tetangga Hubei bersama ibunya.

Gadis itu sangat kurus, tingginya 1,6 m tetapi beratnya hanya 35 kg. Selain itu, dia tidak mengalami menstruasi selama enam bulan, lapor Hubei Daily.

Ibunya membawa Nini berobat karena sakit perut hebat yang membuatnya tidak bisa makan dan hampir membuatnya pingsan.

Nini juga didiagnosis menderita anemia berat, menurut laporan tersebut.

Ibu gadis itu memberi tahu dokter bahwa gadis itu telah memakan rambutnya sendiri selama enam tahun.

Dokter menemukan “bola rambut” yang terdiri dari rambut dan sisa makanan yang memenuhi hampir seluruh perutnya.

Mereka menyimpulkan bahwa itulah penyebab serangkaian penyakit yang diderita gadis itu.

Pada 14 Juli, Nini menjalani operasi pengangkatan bola rambut tersebut, dan selama operasi, dokter menemukan perutnya membengkak dua kali lipat dari ukuran normal.

Lima hari setelah operasi, Nini mulai makan.

Dia dipulangkan dari rumah sakit dan kembali untuk pemeriksaan fisik pada 5 Agustus, ketika dokter mengatakan dia telah pulih dengan baik.

Gadis itu membawa seikat bunga yang terbuat dari permen untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ibunya mengatakan berat badannya bertambah.

“Jika anak-anak telah memakan benda-benda non-makanan seperti rambut dan kaca selama lebih dari sebulan dan tidak dapat berhenti, orangtua harus mewaspadai kondisi yang disebut trikofagia dan membawa mereka ke rumah sakit,” kata seorang dokter yang namanya tidak disebutkan dalam laporan tersebut.

Liu Fang, seorang dokter dari Rumah Sakit Jinling di Nanjing, Provinsi Jiangsu bagian timur, menulis di situs web kesehatan 39.net bahwa pasien trikofagia biasanya menerima perawatan yang melibatkan diet, psikiatri, dan obat-obatan.

“Kami akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi lebih banyak makanan kaya vitamin. Kami juga akan mengoreksi kognisi pasien yang salah untuk mengubah perilaku mereka. Ketiga, kami akan meresepkan cairan oral untuk meningkatkan kesehatan mereka,” kata Liu.

Terkadang, pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) dan fisioterapi akan diadopsi untuk meredakan gejala pasien, kata Liu. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine