Microsoft menawarkan program dukungan perpanjangan bagi pengguna Windows 10 yang tersisa untuk berlangganan pembaruan keamanan dan dukungan aplikasi lanjutan.
EtIndonesia. Seiring Microsoft bergerak menuju penghentian dukungan untuk Windows 10, pengguna PC yang belum meningkatkan ke Windows 11 kini memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk memastikan perangkat mereka tetap menerima pembaruan perlindungan terhadap ancaman siber.
Pada 16 Agustus, pengguna Windows 10 mungkin melihat pesan di perangkat mereka yang memperingatkan bahwa mereka memiliki waktu 60 hari untuk bertindak sebelum pembaruan keamanan, fitur, dan dukungan teknis untuk PC mereka berakhir pada 14 Oktober.
Microsoft telah mengumumkan pada 2023 bahwa mereka akan menghentikan dukungan untuk Windows 10 saat meluncurkan Windows 11—yang disebut sebagai “rumah bagi AI” dan “versi Windows paling aman yang pernah ada” berkat fitur keamanan canggih berbasis perangkat keras.
“Perusahaan dan organisasi yang masih menggunakan Windows 10 mungkin akan menghadapi kesulitan dalam menjaga kepatuhan regulasi dengan perangkat lunak yang tidak lagi didukung,” kata Microsoft dalam sebuah postingan blog pada Juni lalu.
Tidak semua pengguna PC mampu atau ingin beralih ke sistem operasi baru yang menawarkan fungsionalitas kecerdasan buatan (AI).
Menurut data pangsa pasar, sekitar 700 juta pengguna PC atau 43 persen masih menggunakan Windows 10, yang diluncurkan pada Juli 2015. Windows 11 saat ini memegang sekitar 53 persen pangsa pasar.
Perusahaan ini juga menghadapi tuntutan hukum yang meminta agar Microsoft memperpanjang dukungan gratis untuk pengguna Windows 10 hingga pangsa pasarnya turun di bawah 10 persen, meskipun belum jelas apakah tuntutan itu akan berhasil di pengadilan. Windows 10 telah menjadi salah satu sistem operasi Microsoft yang paling populer.
Saat ini, pengguna Windows 10 harus mengambil tindakan sebelum tenggat 14 Oktober untuk memastikan perangkat mereka tidak kehilangan dukungan setelah pembaruan keamanan penting berakhir.
“Dengan dukungan Windows 10 yang akan berakhir pada Oktober, kami menyediakan informasi dan sumber daya untuk membantu Anda memilih jalur terbaik—apakah itu menjajaki generasi Windows berikutnya, tetap menggunakan PC Anda saat ini dengan Program Keamanan Diperpanjang (Extended Security Program/ESU), atau beralih ke solusi berbasis cloud,” kata perusahaan itu mengenai masa transisi.
Meskipun perangkat Windows 10 masih dapat berfungsi, “perangkat tersebut tidak lagi akan menerima pembaruan keamanan rutin, sehingga lebih rentan terhadap ancaman siber seperti malware dan virus.”
Microsoft meluncurkan pendaftaran program transisi yang memungkinkan pengguna Windows 10 tetap menerima dukungan keamanan hingga Oktober 2026.
“Program Windows 10 Extended Security Updates (ESU) dirancang untuk menjaga PC Windows 10 Anda tetap terlindungi setelah dukungan berakhir—membantu Anda tetap aman selama masa transisi,” kata Microsoft.
Perusahaan itu juga menyatakan akan terus menyediakan pembaruan keamanan untuk Microsoft Defender Antivirus hingga Oktober 2028. Aplikasi Microsoft 365 juga akan terus menerima pembaruan keamanan hingga 10 Oktober 2028. Namun, pembaruan fitur aplikasi akan dihentikan mulai Agustus tahun depan. Dukungan teknis juga tidak akan diperpanjang bagi pengguna Windows 10.
“Pembaruan ini dimaksudkan untuk membantu memudahkan transisi pelanggan ke Windows 11 dan akan disalurkan melalui saluran pembaruan standar. Pembaruan ini tidak termasuk dukungan teknis,” jelas Microsoft.
Untuk terus menerima dukungan dari Microsoft, pengguna memiliki dua opsi: mendaftar program ESU dengan pembayaran tahunan atau menautkan perangkat mereka ke cloud Microsoft.
Opsi pertama akan dikenakan biaya $30 atau 1.000 poin Microsoft Rewards per pengguna. Pembayaran dapat dilakukan melalui akun Microsoft dan berlaku untuk maksimal 10 perangkat hingga 13 Oktober 2026.
Sebagai alternatif, pengguna dapat menyinkronkan perangkat Windows 10 mereka ke layanan cloud Microsoft, Windows 365, yang memungkinkan mereka mengakses Windows 11 Cloud PC di server Microsoft. Mereka yang memiliki data besar dapat mendaftar paket layanan cloud Windows 365.
Tautan untuk pendaftaran ESU dapat ditemukan di halaman Windows Update perusahaan.
Sumber : Theepochtimes.com


