Pakar AI: Kecerdasan Buatan Melemahkan Kemampuan Otak untuk Berpikir

EtIndonesia. Dr. Akli Adjaoute adalah seorang pakar kecerdasan buatan (AI) terkenal. Perusahaan AI yang ia dirikan diakuisisi oleh Mastercard pada tahun 2017, dan sejak itu teknologinya telah digunakan oleh lebih dari 2.000 perusahaan di seluruh dunia. Bagaimana pandangannya tentang AI? 

Berikut wawancara eksklusif wartawan NTD, Steve Ispas.

Wartawan Steve Ispas: “Pertanyaan pertama, bagaimana Anda melihat dampak ChatGPT terhadap manusia atau masyarakat?”

Pendiri Brighterion & pakar AI, Akli Adjaoute :  “Saya pikir ChatGPT punya banyak risiko. Pertama, kita cenderung membandingkannya dengan cara berpikir manusia, dan itu konyol. Pikiran manusia bukanlah sekadar statistik data. Kecerdasan buatan itu kuat, tapi bukan kebijaksanaan. AI tidak memiliki kebijaksanaan. Tentu, kalau Anda menganggap statistik data sebagai kebijaksanaan, itu lain soal.”

“Contohnya, jika siswa di sekolah menggunakan ChatGPT, itu sama saja dengan menyerahkan kemampuan berpikir—mereka hanya ingin jawaban langsung. Tapi kebijaksanaan itu muncul saat kita menghadapi tantangan, berpikir, membuat kesalahan, mencoba lagi. Itu seperti melatih otot di gym, hanya saja ini melatih otak. Kalau setiap ada pertanyaan langsung bertanya ke ChatGPT, risikonya adalah orang jadi tidak percaya lagi pada dirinya sendiri.”

Wartawan: “Jadi orang bisa kehilangan rasa percaya diri?”

Adjaoute :  “Benar, mereka kehilangan percaya diri karena bergantung pada mesin. Itu masalah besar. Masalah lain, kalau semua orang pakai ChatGPT, lalu di mana letak orisinalitas? Bayangkan, semua orang mengambil pengetahuan dari sumber yang sama—itu konyol. Jadi saya pikir pendidikan menghadapi risiko serius. Kita tidak ingin melahirkan ‘pikiran zombie’.

Dr. Akli Adjaoute (tangkapan layar Epoch TV)

Selain itu, AI bisa memperbesar kemampuan orang jahat. Misalnya penipuan AI—Anda dapat SMS berisi ancaman, kalau Anda cukup pintar, Anda tidak klik. Tapi bayangkan orang tua yang diminta memasukkan data saat ditelepon—mereka bisa dimanfaatkan. AI memperluas kapasitas para penipu.

Di masa depan, Anda akan melihat video, tapi tidak tahu apakah itu nyata atau buatan AI. Karena mereka bisa meniru logat, wajah saya, juga wajah Anda—lalu menambah, menghapus, atau mengubah apapun. Jujur saja, ini mungkin ancaman terbesar di masa depan.”

Wartawan: “Dalam buku Anda, Anda membuat analogi yang bagus: kalau Anda rajin olahraga di gym, tubuh terjaga; tapi kalau tidak, tubuh jadi lemah. Sama halnya kalau orang terlalu sering menggunakan ChatGPT atau alat AI lain, otak manusia akan semakin sulit berpikir sendiri. Benar begitu?”

Adjaoute :  “Saya pikir otak akan makin lemah, karena pertama-tama, kita sebenarnya tidak tahu bagaimana otak bekerja. Orang sering sok tahu soal otak, tapi kalau benar paham, kenapa masalah kesehatan mental masih belum terpecahkan?

Beberapa minggu lalu saya ke pom bensin, sistem kasir rusak jadi harus hitung manual. Petugas muda itu menghitung lama sekali hanya untuk angka sederhana, lalu berkata: ‘Tanpa kalkulator saya tidak bisa.’ Dia masih SMA. Saya terkejut, karena waktu SMA saya, soal begitu gampang sekali dihitung di kepala. Itu bukan salah dia, tapi karena sekarang orang tidak lagi melatih otaknya.”

“Saya juga ingin mendirikan yayasan atau organisasi untuk mengingatkan orang tentang bahaya AI terhadap pendidikan. Semua hal besar yang diciptakan untuk kesejahteraan umat manusia—entah menghapus penyakit, mengatasi kelaparan—berasal dari orang-orang yang berpikir berbeda, kreatif, punya daya cipta. Semua itu lahir dari pikiran kita. Kalau kita berhenti menggunakannya dan menyerahkannya pada mesin, saya kira itu sangat berbahaya.” (hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine