Seorang Pemuda Dijual ke Jaringan Penipuan Online Myanmar oleh Pacarnya Rp 220 Juta Hingga Mengalami Penyiksaan

Seorang pemuda berusia 19 tahun asal Guangdong, Tiongkok, dijual oleh pacarnya ke sebuah kawasan penipuan online di Myanmar. Setelah itu, ia mengalami siksaan bak di neraka, sementara pacarnya yang berhati dingin justru menggunakan uang hasil penjualan sebesar RMB.100.000 (sekitar Rp200 juta) untuk berlibur ke Thailand selama 10 hari. Kasus ini akan segera disidangkan dan menarik perhatian luas.

EtIndonesia. Kakak korban asal Tiongkok ini, Nyonya Huang, baru-baru ini menceritakan pengalaman adiknya kepada media. Ia mengatakan bahwa keluarga mereka berasal dari Zhanjiang, Guangdong, dan tinggal di Guangzhou. Adiknya berkenalan dengan pacarnya, Xiao Zhou, pada tahun 2024 di sebuah biliar.

Pada 2 Februari 2025, korban yang terus-menerus dipengaruhi oleh pacarnya, diam-diam pergi ke Bangkok, Thailand bersama Xiao Zhou tanpa memberi tahu keluarga.

 “Dia posting di media sosial, baru kami tahu kalau dia ke Thailand,” kenang Nyonya Huang.

Namun, sesampainya di perbatasan, keadaan menjadi mencurigakan. Menurut korban, orang yang menjemput mereka bersenjata, lalu merampas paspor dan ponselnya. Korban sempat diam-diam meminjam ponsel orang lain untuk memberi tahu keluarga, sehingga keluarganya segera melapor polisi.

Setibanya di perbatasan Thailand–Myanmar, Xiao Zhou beralasan hendak menjemput orang lain, lalu meninggalkan korban sendirian. Sang pemuda kemudian langsung digiring oleh orang-orang bersenjata ke Triumphant Park, salah satu pusat penipuan online di Myanmar.

Di sana, kepalanya dicukur, lalu ia dipaksa melakukan penipuan daring dengan mengetik pesan menipu orang lain. Jika target tidak tercapai, ia dikurung di ruang gelap kecil dan dipukuli.

Menurut kakaknya, adiknya dipaksa bekerja 16–20 jam per hari. Para penjaga sering memukulnya dengan tongkat besi, menampar telinganya, serta memberinya makan tidak cukup. Akibat penyiksaan itu, tubuhnya turun puluhan kilogram dan telinganya rusak hingga sulit mendengar.

Akhirnya, keluarga korban harus membayar tebusan RMB.350.000 (sekitar Rp.700 juta) dan baru bisa menyelamatkannya pada Juni tahun ini.

Sementara itu, pacarnya, Xiao Zhou, setelah menjual kekasihnya seharga RMB/100.000 , justru bersenang-senang berlibur 10 hari di Thailand. Sepulangnya ke Tiongkok, ia ditangkap polisi dan kini didakwa dengan tuduhan penipuan. Kasus ini akan segera disidangkan. (hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine