Trump Menghubungi Putin untuk Mengatur Pertemuan Tatap Muka dengan Zelenskyy

“Ini adalah langkah awal yang sangat baik” menuju pengakhiran perang yang telah berlangsung selama hampir empat tahun, kata presiden AS.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada  Senin (18/8/2025) menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengatur pertemuan tatap muka antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Putin.

Langkah ini dilakukan setelah Zelenskyy dan pemimpin Eropa lainnya menghabiskan hari itu dalam pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, karena pemerintahan AS berupaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada Februari 2022. Pejabat Eropa mendorong keterlibatan Ukraina dalam negosiasi damai.

“Setelah selesainya pertemuan, saya menghubungi Presiden Putin, dan mulai mengatur pertemuan, di lokasi yang akan ditentukan, antara Presiden Putin dan Presiden Zelenskyy,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

Trump mengatakan bahwa setelah pertemuan antara Putin dan Zelenskyy, ia akan bergabung dengan mereka dalam pertemuan trilateral.

“Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk perang yang telah berlangsung hampir empat tahun,” kata Trump.

Kremlin pada hari Senin memberikan rincian tambahan tentang apa yang dibahas dalam panggilan antara Trump dan Putin.

“Setengah jam yang lalu, atas inisiatif Presiden AS, sebuah panggilan telepon dilakukan antara Donald Trump dan Vladimir Putin,” kata asisten Kremlin Yuri Ushakov dalam pesan audio berbahasa Rusia yang diunggah ke saluran Telegram Kremlin.

Ia menyebut percakapan itu “terbuka dan sangat konstruktif.”

Ushakov mengatakan bahwa Putin dan Trump menyatakan dukungan bersama untuk melanjutkan negosiasi antara Rusia dan Ukraina, dan “setuju untuk menjaga kontak erat satu sama lain mengenai isu Ukraina dan topik-topik mendesak lainnya dalam agenda internasional dan bilateral.”

Ushakov menambahkan bahwa Putin “sekali lagi menekankan pentingnya upaya yang dilakukan secara pribadi oleh Donald Trump dalam mencari solusi yang akan mengarah pada penyelesaian jangka panjang di Ukraina.”

Zelenskyy Setuju

Zelenskyy pada  Senin menyatakan bahwa ia setuju untuk bertemu langsung dengan Putin.

Dalam konferensi pers setelah seharian bertemu dengan Trump dan pemimpin Eropa lainnya, Zelenskyy memberikan penjelasan kepada wartawan dalam bahasa Ukraina.

Berbicara di luar Gedung Putih, presiden Ukraina itu mengatakan “kami siap” untuk pertemuan dengan pemimpin lain. Ia menyebut pertemuan semacam itu adalah satu-satunya cara untuk memajukan “masalah-masalah rumit dan menyakitkan” yang akan dibahas.

Zelenskyy mengatakan bahwa belum ada tanggal atau lokasi yang ditetapkan untuk pertemuannya dengan Putin.

Pemimpin Ukraina itu juga menyatakan bahwa ia mengharapkan jaminan keamanan untuk negaranya dapat diselesaikan dalam tujuh hingga 10 hari ke depan.

“Jaminan keamanan kemungkinan akan ‘diuraikan’ oleh mitra kami, dan semakin banyak detail akan muncul,” kata Zelenskyy.

Ia mendorong Amerika Serikat untuk “mengirim sinyal jelas bahwa mereka akan menjadi salah satu negara yang membantu mengoordinasikan dan juga menjadi peserta dalam jaminan keamanan untuk Ukraina.”

Zelenskyy juga menyebutkan kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk menyediakan drone dan pembelian senjata AS senilai sekitar $90 miliar.

Presiden Ukraina itu mengatakan bahwa pertanyaan tentang wilayah akan diputuskan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya dengan Rusia, tetapi menyebutkan bahwa ia dan Trump telah membahas isu tersebut secara mendalam.

Pengaturan Model Pasal 5

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dalam penampilan di Fox News pada Senin malam, mengatakan bahwa pengaturan gaya Pasal 5 untuk Ukraina sedang dipertimbangkan.

Pasal 5 NATO menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Jika diadopsi sebagai bagian dari syarat untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, pengaturan ini akan memberikan jaminan keamanan yang jauh lebih kuat terhadap serangan Rusia di masa depan.

Pada Senin pagi, pejabat Rusia menolak resolusi konflik yang melibatkan pasukan NATO sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Rutte mengatakan kepada Fox News bahwa tidak ada pembahasan tentang kehadiran pasukan NATO di lapangan. Ia menambahkan bahwa rincian tambahan tentang jaminan keamanan akan dibahas dalam beberapa hari ke depan.

The Associated Press dan Reuters berkontribusi pada laporan ini

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine