Imigran Ilegal Tiongkok Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara di AS karena Menyelundupkan Senjata ke Korut

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan bahwa Wen Shenghua, seorang imigran ilegal asal Tiongkok, dijatuhi hukuman 8 tahun penjara karena secara ilegal mengekspor senjata api, amunisi, dan teknologi sensitif ke Korea Utara. Ia beberapa kali mengirimkan barang-barang militer tersebut ke Tiongkok, lalu diteruskan ke Korea Utara. Setelah penyelidikan gabungan dari sejumlah lembaga federal AS, ia akhirnya berhasil dibawa ke pengadilan.

EtIndonesia. Wen Shenghua, kini berusia 42 tahun, pernah tinggal di Ontario, California Selatan. Ia ditangkap pada Desember tahun lalu, dan pada Juni lalu mengaku bersalah atas konspirasi melanggar Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA), serta bertindak sebagai agen ilegal untuk pemerintah asing.

Menurut informasi yang diumumkan Departemen Kehakiman pada Senin (18/8/2025), Wen masuk ke AS pada 2012 dengan visa pelajar. Setelah visanya habis, ia tetap tinggal secara ilegal. 

Sebelum masuk AS, ia pernah bertemu pejabat Korea Utara di Kedutaan Besar Korea Utara di Beijing, menerima instruksi untuk membeli perlengkapan bagi Korea Utara, dan memperoleh sekitar 2 juta dolar AS sebagai imbalan dan dana operasional.

Pada 2022, dua pejabat Korea Utara kembali menghubunginya, menyuruhnya agar senjata dan teknologi sensitif yang dibeli di AS dikirim lebih dulu ke Tiongkok, lalu diselundupkan ke Korea Utara. 

Tahun berikutnya, Wen mengikuti instruksi itu, mengirim sedikitnya tiga kontainer senjata dari Pelabuhan Long Beach, California Selatan, ke Tiongkok, lalu diteruskan ke Korea Utara. Untuk menghindari kecurigaan, ia menyembunyikan peralatan militer dan teknologi sensitif di dalam kontainer, serta mengisi informasi ekspor palsu.

Pada Mei 2023, Wen membeli sebuah perusahaan berlisensi federal untuk perdagangan senjata di Texas dengan harga 150.000 dolar AS, dan menggunakannya untuk membeli banyak senjata, lalu dikirim ke California untuk dimuat ke kapal. P

ada September 2024, atas perintah pejabat Korea Utara, ia membeli sekitar 60.000 butir amunisi kaliber 9mm, yang rencananya dikirim ke Korea Utara, serta membeli mesin pesawat sipil dan sistem pengintai termal.

Selama bertahun-tahun, Korea Utara dikenai sanksi dan pembatasan hukum Amerika Serikat. Mendapatkan teknologi canggih atau perlengkapan militer tanpa izin adalah tindakan ilegal. Selain itu, sebagai imigran ilegal, Wen sendiri sebenarnya tidak diperbolehkan memiliki senjata api maupun amunisi. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine