Kehadiran adalah Hadiah Terindah

EtIndonesia. Setelah bertahun-tahun menikah, ulang tahun, hari Valentine, atau hari jadi pernikahan sudah tidak lagi terasa harus dirayakan dengan hadiah istimewa. Menghabiskan uang pasangan sama saja dengan menghabiskan uang sendiri; kalau ingin membeli sesuatu untuk diri sendiri, bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu momen tertentu. Bahkan, kadang sudah tidak ada keinginan untuk membeli macam-macam barang. Semakin lama, nafsu terhadap materi semakin berkurang—tidak ada gunanya membeli hanya demi membeli. Memaksa diri membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanyalah bentuk pemborosan.

Namun begitu, pada hari-hari tertentu, ketika pasangan bertanya: “Kamu mau hadiah apa?”, menjawab : “Tidak perlu apa-apa,” bisa saja membuatnya bingung. 

Ada kekhawatiran bahwa suatu hari ucapan itu akan dianggap serius lalu berujung pada kesalahpahaman. Maka, saat pasangan bertanya soal hadiah, aku berani mengajukan satu permintaan: sebuah hadiah yang paling mahal.

Tebak apa itu? Bukan barang yang bisa dibeli dengan uang. Jawabannya adalah waktu.

Waktu: Hadiah yang Tak Bisa Dibeli

Perlu diingat, bahkan dalam pernikahan, waktu pasangan bukan sepenuhnya milik kita. Setiap orang hanya bisa mengatur waktunya sendiri, dan kita tidak bisa memaksa pasangan melakukan sesuatu yang tidak dia sukai. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang penuh dengan rasa hormat.

Biasanya, aku tidak ikut campur urusan pasangan, apalagi mengganggu waktu pribadinya. Karena itu, memintanya memberikan “banyak” waktu untukku, bagiku terasa seperti meminta barang mewah.

Memang benar, secara janji, suami-istri sudah berkomitmen menyerahkan seumur hidup untuk satu sama lain. Tetapi dalam keseharian, hal itu terwujud dengan cara yang berbeda: ada waktu bersama untuk makan atau mengobrol, ada juga waktu sendiri untuk kesibukan masing-masing. Hidup rukun tanpa harus mengekang, itu menurutku bentuk hubungan terbaik. Aku tidak pernah memaksa pasangan ikut melakukan hal-hal yang tidak diminatinya.

Namun, kali ini aku ingin sedikit manja. Aku meminta hadiah berupa: setiap malam menemaniku menonton acara hiburan yang kusukai, setidaknya selama lebih dari sebulan penuh. Itu berarti dia akan masuk ke dalam dunia yang asing baginya, dunia yang mungkin tidak ia pahami.

Berbagi Waktu, Berbagi Kebahagiaan

Jujur saja, aku tentu bisa menonton acara itu sendirian, seperti biasanya. Tapi ada kerinduan besar untuk membagikan hal-hal yang aku cintai dengan orang yang kucintai. Itulah momen sejati dari kebersamaan.

Saat kita duduk bersama, waktu berjalan, dan kita sama-sama menikmati keindahannya. Jika aku bahagia, pasangan pun ikut merasakan kebahagiaan itu. Begitu pula sebaliknya.

Hadiah Terindah

Menemani, itulah hadiah paling berharga. Bisa bersama seseorang yang bersedia menemaniku dalam hal apa pun adalah anugerah terbesar. Hidup setiap hari dalam cinta, membuat segala hal lain terasa tidak lagi penting.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine