Titik Informasi Falun Gong di Malaysia Diganggu, Menimbulkan Kekhawatiran tentang Tindakan Keras Lintas Negara Partai Komunis Tiongkok 

Malaysia kembali diguncang insiden gangguan oleh kekuatan asing terkait Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pada 15 Agustus 2025 pagi, titik informasi Falun Gong di landmark terkenal Kuala Lumpur, Tugu Negara, didatangi sekelompok pria dan wanita etnis Tionghoa yang merampas papan pameran. Lebih mengejutkan, kelompok ini mengaku berasal dari “kantor polisi Tiongkok”. Tindakan penindasan lintas negara ini menimbulkan kekhawatiran publik tentang pelanggaran terhadap kedaulatan nasional.

EtIndonesia. Sekelompok wanita dan pria Tionghoa yang mengaku sebagai polisi secara paksa mengambil papan-papan informasi tentang kebenaran Falun Gong di sebuah lokasi wisata utama di Malaysia. Hal demikian berdasarkan  rekaman video dan kesaksian saksi mata.

Insiden itu terjadi pada Jumat (15/8/2025) di Tugu Negara, sebuah monumen terkenal di ibu kota Kuala Lumpur, tempat para praktisi Falun Gong setempat memiliki stan untuk menyuarakan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok.

Seorang praktisi Falun Gong, yang hanya menyebut nama keluarganya Yong karena alasan keamanan, mengatakan sekelompok pria dan wanita Tiongkok tiba dengan sebuah bus pariwisata sekitar pukul 09.45 pagi waktu setempat, ketika ia sendirian menjaga stan tersebut. Mereka secara paksa merampas enam papan pameran tanpa menunjukkan bukti identitas atau kewenangan resmi, lalu pergi dengan bus tersebut. Yong mengatakan dirinya tidak mampu menghentikan mereka.

Rekaman video menunjukkan kelompok ini terdiri dari 7 pria dan 2 wanita. Saat ini, Ny. Yong sudah melapor ke kepolisian setempat dan kasusnya sedang dalam penyelidikan.

 “Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi di Malaysia,” katanya. 

“Malaysia adalah negara hukum, saya benar-benar tidak mengerti bagaimana orang-orang ini bisa bertindak begitu sewenang-wenang, melakukan perbuatan melanggar hukum di siang bolong,” katanya. 

 “Saya berharap polisi segera bertindak, menyeret pelaku ke ranah hukum, dan mengembalikan keadilan serta rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya. 

Pada pagi hari 15 Agustus 2025, di Tugu Negara Kuala Lumpur, Malaysia, papan pameran informasi Falun Gong dirampas oleh sekelompok orang (sekitar sepuluh orang) yang diduga atas perintah Partai Komunis Tiongkok (PKT), lalu dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi. (Cuplikan video)
Pada pagi hari 15 Agustus 2025, di Tugu Negara Kuala Lumpur, Malaysia, papan pameran informasi Falun Gong dirampas oleh sekelompok orang (sekitar sepuluh orang) yang diduga atas perintah Partai Komunis Tiongkok (PKT), lalu dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi. (Cuplikan video)

Kronologi Gangguan dari Individu yang Mengaku Polisi Tiongkok 

Video memperlihatkan sebagian besar pria dan wanita itu mengenakan atasan putih dan celana hitam yang serupa. Video itu juga menampilkan plat nomor bus pariwisata tersebut, NDX 8862. Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut terdaftar atas nama perusahaan pariwisata Acacia Leisure Sdn Bhd, yang merupakan anggota dari Malaysia-China Cultural Tourism Promotion Association (MICA).

“ Kalian tidak punya kewenangan untuk mengambil barang-barang saya. Kalian sedang melakukan tindak kriminal, tahu tidak?” terdengar Yong dalam bahasa Mandarin menegur kelompok itu di video.

Seorang pria Tionghoa, yang mencoba menutupi kamera, menjawab dalam bahasa Mandarin: “Kami tidak melanggar hukum.”

“Siapa yang mengutus kalian? Apakah Partai Komunis Tiongkok yang mengutus kalian?” tanya Yong dalam video.

Seorang pria Tionghoa lainnya akhirnya menjawab dengan mengatakan “pai chu suo” dalam bahasa Mandarin, yang berarti “kantor polisi.”

Menanggapi hal itu, Yong membantah klaim pria tersebut dengan mengatakan, “Kami punya hak asasi manusia [di Malaysia].”

Praktisi Falun Gong setempat mencatat bahwa penggunaan istilah “pai chu suo” itu tidak lazim, karena masyarakat Tionghoa di Malaysia biasanya menyebut kantor polisi dengan istilah Mandarin “jing cha ju” atau istilah Melayu “balai polis.”

The Epoch Times tidak dapat menghubungi kantor polisi setempat di Malaysia untuk memberikan komentar.

Penindasan Lintas Negara PKT Merambah Malaysia – Sulit Dipahami

Praktisi Falun Gong menegaskan bahwa ini bukan insiden pertama. Sebelumnya, kasus penangkapan ilegal “413” terhadap praktisi juga menimbulkan keprihatinan. Mereka merasa heran, mengapa penindasan yang sebelumnya hanya terjadi di Tiongkok kini merambah hingga Malaysia. Tindakan semacam ini, yang disebut sebagai penindasan lintas negara, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Malaysia.

Berbanding terbalik dengan gangguan yang dialami di Malaysia, Falun Gong justru banyak mendapatkan pengakuan di dunia internasional. Baru-baru ini, praktisi Falun Gong dari Malaysia dan beberapa negara lain diundang untuk mengikuti pawai budaya di Kota Batam, Kepulauan Riau dan menerima piagam penghargaan dari pemerintah setempat. Kegiatan tersebut dalam rangkat pawai HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bahkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Kepulauan Riau,  Zulkarnain, menyerahkan surat penghargaan kepada komunitas Falun Dafa.

“Di luar negeri kami diakui dan disambut baik, tapi mengapa di negara sendiri justru terjadi hal semacam ini?” ungkap seorang praktisi Falun Gong dengan penuh kebingungan. Mereka berharap masyarakat Malaysia dapat memahami bahwa gangguan seperti ini tidak semestinya terjadi, serta menyerukan agar masyarakat luas turut mencari tahu fakta sebenarnya.

Pada 10 Agustus 2025, praktisi Falun Gong dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Taiwan berpartisipasi dalam parade HUT ke-80 Kemerdekaan RI. (Minghui.org)
Pada 10 Agustus 2025, Zulkarnain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kota Batam, menyampaikan surat penghargaan kepada Perkumpulan Falun Dafa. (Minghui.org)

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Latihan ini sangat populer di Tiongkok pada tahun 1990-an, dengan sedikitnya 70 juta orang berlatih menurut perkiraan resmi. Namun pada 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) menganggap latihan ini sebagai ancaman terhadap kekuasaannya dan melancarkan kampanye penganiayaan nasional.

Sejak saat itu, jutaan praktisi Falun Gong ditahan, ratusan ribu disiksa dalam penahanan, dan jumlah yang tidak terhitung dibunuh, menurut Pusat Informasi Falun Dafa.

Pada  April lalu, pemimpin PKT Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Dua hari sebelum kedatangannya, sekitar dua lusin polisi menahan hampir 80 praktisi Falun Gong. Di antara yang ditangkap termasuk seorang anak berusia 10 tahun dan seorang wanita berusia lebih dari 80 tahun.

Di antara kelompok itu terdapat 29 orang asal Tiongkok yang sedang mencari perlindungan dari penganiayaan terhadap keyakinan mereka di negara asal. Beberapa di antaranya adalah pengungsi yang terdaftar di PBB. Sebanyak 47 warga negara Malaysia dibebaskan beberapa jam setelah Xi pergi, sementara warga Tiongkok dibebaskan dalam dua minggu berikutnya.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinannya atas penangkapan massal tersebut, yang merupakan kejadian pertama kalinya di Malaysia.

Seruan kepada Pemerintah: Tegakkan Kedaulatan, Lindungi Hak Asasi Manusia

Menyikapi insiden ini, praktisi Falun Gong di Malaysia menyerukan kepada pemerintah agar tidak terkecoh oleh propaganda fitnah dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mereka menegaskan bahwa PKT tidak mewakili seluruh rakyat Tiongkok.

Selain itu,  pemerintah diminta untuk menegakkan prinsip kedaulatan dan hak asasi manusia, tidak mengorbankan kebebasan dasar demi kepentingan ekonomi, serta sungguh-sungguh melindungi kebebasan berkeyakinan warga negaranya. 

Sumber : NTDTV.com/Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine