Diplomasi Buntu, Perang Siap Meledak: Ukraina Bersiap Hantam Rusia dengan Serangan Ratusan Drone

EtIndonesia. Situasi diplomasi terkait perang Rusia–Ukraina kembali menemui jalan buntu setelah Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov secara tegas menyatakan bahwa Moskow sama sekali belum siap menggelar pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.

Rusia Belum Siap Berunding

Dalam pernyataannya, Lavrov menegaskan bahwa agenda perundingan damai masih belum tersusun. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar di level tinggi yang harus terlebih dahulu diselesaikan sebelum pertemuan bisa dilakukan.

Lavrov menambahkan, meskipun Putin secara prinsip bersedia membicarakan solusi damai, pihaknya menilai Zelenskyy tidak menunjukkan fleksibilitas. 

“Zelenskyy menolak semua isu yang diajukan, termasuk larangan Ukraina bergabung dengan NATO, persoalan wilayah, hingga undang-undang larangan penggunaan bahasa Rusia. Bagaimana mungkin Rusia bisa duduk bersama seseorang yang bahkan berpura-pura menjadi pemimpin?” sindir Lavrov.

Respons Keras dari Zelenskyy

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy segera memberikan tanggapan keras. Dia menegaskan bahwa justru Rusia yang selalu menghalangi jalannya dialog. Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak gentar bertemu dengan pemimpin negara manapun, termasuk Putin.

Bahkan, Zelenskyy menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia jika Kremlin tetap menolak mengakhiri perang. Dia menekankan bahwa Ukraina akan terus mencari dukungan internasional guna menekan Moskow.

Trump Turunkan Tenggat Waktu

Dari Washington, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga menyampaikan langkah tegas. Dalam konferensi pers di Oval Office, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyiapkan “tenggat terakhir” untuk bertindak terhadap Rusia.

Trump menilai kegagalan mendorong dialog antara Putin dan Zelenskyy menunjukkan perlunya opsi yang lebih keras. Dua langkah besar yang disebutkan Trump adalah:

  1. Sanksi Ekonomi Maksimum — membatasi ekspor Rusia serta menekan pembeli energi Moskow.
  2. Dukungan Militer Lebih Besar — termasuk otorisasi bagi Ukraina untuk menggunakan senjata ofensif buatan AS dalam menyerang target di wilayah Rusia, bahkan mempertimbangkan opsi penutupan wilayah udara Ukraina.

Trump menekankan bahwa dalam dua minggu ke depan, arah konflik akan terlihat jelas: apakah menuju eskalasi yang lebih berbahaya atau justru menemukan jalan keluar diplomatis.

Ukraina Siapkan Serangan Balasan

Sementara itu, laporan dari sejumlah saluran pemantau Rusia menyebutkan bahwa Ukraina tengah menyiapkan serangan besar. Informasi intelijen menunjukkan Kyiv sedang mempersiapkan penggunaan sekitar 200 drone tempur, serta rudal jelajah dan rudal balistik, untuk menghantam berbagai target strategis di dalam wilayah Rusia.

Langkah ini dinilai sebagai indikasi bahwa perang akan segera memasuki fase baru: perang konsumsi jangka menengah dengan intensitas sedang. Para analis menilai skenario ini akan menguras sumber daya kedua belah pihak, sekaligus memperpanjang ketidakpastian di medan tempur maupun meja diplomasi.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine