EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok, Wang Yi, baru saja menyelesaikan kunjungan ke India pada 20 Agustus. Pada hari yang sama, pemerintah India mengumumkan keberhasilan uji coba sebuah rudal balistik jarak menengah. Jika resmi dioperasikan, rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir dan menyerang seluruh wilayah Tiongkok.
Menurut laporan media India, rudal yang diuji coba ini merupakan hasil pengembangan mandiri India, bernama Agni-5 salah satu dari seri rudal balistik jarak menengah dan pendek buatan dalam negeri. Rudal ini memiliki jangkauan lebih dari 5.000 km. India mengembangkan rudal-rudal ini terutama untuk memperkuat posisi pertahanan terhadap Pakistan dan PKT.
India dan Tiongkok adalah dua negara pesaing yang berebut pengaruh di kawasan Asia Selatan. Hubungan kedua negara memburuk sejak bentrokan mematikan di perbatasan pada tahun 2020.
Sebelum uji coba rudal tersebut, Menlu PKT Wang Yi melakukan kunjungan tiga hari ke India, menghadiri pertemuan khusus perwakilan masalah perbatasan India–Tiongkok, serta bertemu dengan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar dan Perdana Menteri Narendra Modi.
Kunjungan ini disebut-sebut sebagai persiapan menjelang kehadiran Modi di Tianjin pada akhir bulan untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan kemungkinan bertemu dengan Xi Jinping.
Bocorkan Informasi Rahasia ke PKT, Pemuda Keturunan Tionghoa di AS Terancam Hukuman Seumur Hidup
Seorang prajurit Angkatan Laut AS keturunan Tionghoa dinyatakan bersalah oleh juri federal karena membocorkan informasi pertahanan rahasia kepada Beijing. Ia kemungkinan menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Departemen Kehakiman AS pada 20 Agustus mengumumkan bahwa pemuda berusia 25 tahun bernama Jinchao Wei, seorang mekanik di kapal serbu amfibi USS Essex yang berbasis di San Diego. Ia memiliki izin keamanan AS yang memungkinkannya mengakses informasi sensitif mengenai senjata kapal, sistem propulsi, serta instalasi desalinasi air laut.
Wei lahir di Tiongkok dan kemudian menjadi warga negara AS melalui naturalisasi. Pada tahun 2023, dengan dorongan dari ibunya, ia bersedia menjadi informan bagi intelijen PKT. Ia sepakat menjual rahasia Angkatan Laut AS seharga 12.000 dolar AS kepada seorang agen intelijen PKT. Namun aksinya terbongkar, dan ia ditangkap pada 3 Agustus 2023.
Departemen Kehakiman AS menyatakan, juri federal menyatakan Wei bersalah atas enam dakwaan, termasuk konspirasi melakukan spionase, bersekongkol untuk kegiatan mata-mata, serta ekspor ilegal data rahasia terkait kapal perang Angkatan Laut AS. Hukuman maksimum atas pelanggaran ini adalah penjara seumur hidup. Ia dijadwalkan menerima vonis pada 1 Desember, pukul 09.00 pagi. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


