Kita Hanya Bisa Hidup Sekali

EtIndonesia. Pagi ini, aku menerima sebuah kabar duka: seorang teman lama, yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu, telah tiada. Dia pergi begitu saja, hanya karena terpeleset di kamar mandi.

Dalam lima tahun terakhir setelah aku dibaptis, entah sudah berapa kali aku menghadiri upacara perpisahan orang-orang terdekat—keluarga, kerabat, maupun teman. Setiap kali berdiri di ruang duka, rasa getir tentang “ketidakpastian hidup” selalu menyelimuti hati.

Penyakit berat, seperti kanker, bahkan menimpa anggota keluarga sendiri. Perjalanan hidup penuh pasang surut, badai dan ujian. Semua itu semakin menegaskan satu hal: kesehatan adalah harta paling berharga. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak bisa menjaga orang-orang yang kita cintai, apalagi mewujudkan mimpi-mimpi yang kita simpan di hati.

Hidup Hanya Sekali, Tak Ada Ulangan

Kita hanya bisa hidup sekali. Tidak ada tombol “ulangi” dalam hidup. Karena itu, hiduplah di saat ini, hiduplah sepenuhnya.

Tanyakan pada dirimu: “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apa yang akan kusesali?”

Jangan biarkan penyesalan itu menjadi kenyataan. Apapun yang ingin kamu lakukan, lakukanlah sekarang. Apapun yang ingin kamu wujudkan, mulailah hari ini.

Hidup yang tak bisa diulang ini mengajarkan: setiap hari harus dijalani seakan itu adalah hari terakhir. Sayangi dirimu, hargai orang-orang yang kamu cintai, dan jangan sia-siakan waktu yang ada. Karena yang hilang, tidak akan pernah kembali.

Hidup Sebagai Cahaya

Dalam perjalanan hidup, kita pasti jatuh. Namun bahkan saat jatuh pun, biarlah momen itu tetap bercahaya, menjadi keindahan yang abadi. Marilah kita belajar menjadi seberkas cahaya:

·        Menerangi diri sendiri,

·        Menghangatkan orang lain,

·        Menyemangati mimpi dengan cinta dan kerja keras.

Hidup ini hanya sekali, maka jalani dengan sikap positif. Hadapi orang lain dengan kasih dan kebaikan, sirami mimpi dengan usaha dan peluh. Bahkan bila kita terjatuh, tetaplah memancarkan cahaya.

Dengan begitu, hidup kita tidak lagi singkat, melainkan penuh makna.

Menoreh Cahaya dalam Kehidupan

Hidup seharusnya dipenuhi harapan dan sinar. Biarlah kita hidup dengan hati yang berpengharapan, menyalakan secercah cahaya dalam rentang waktu yang terbatas ini. Cukup meninggalkan jejak indah—sekalipun sederhana—di arus panjang kehidupan.

Di jalan panjang bernama kehidupan, marilah kita membawa cinta dan harapan, menggunakan kebaikan dan keberanian untuk menulis kisah kita sendiri. Tidak perlu bersinar seterang matahari, cukup berkilau seperti bintang, menerangi sudut-sudut gelap di sekitar kita.

Dengan begitu, dalam keseharian yang biasa, kita pun bisa perlahan-lahan tumbuh menjadi seberkas cahaya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine