EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan pada hari Jumat (22/8) bahwa “tidak ada pertemuan yang direncanakan” antara presiden Rusia dan Ukraina, meskipun AS berupaya menyelenggarakan pertemuan puncak tersebut.
“Tidak ada pertemuan yang direncanakan,” kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan acara “Meet the Press with Kristen Welker” di NBC.
Presiden AS, Donald Trump meningkatkan ekspektasi untuk pertemuan puncak yang cepat antara kedua pemimpin dengan mengatakan bahwa mereka berdua telah sepakat untuk bertemu setelah dia menerima Presiden Volodymyr Zelenskyy bersama sekutu-sekutu Eropa di Gedung Putih.
Lavrov mengatakan kepada penyiar AS bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin “siap untuk bertemu Zelenskyy ketika agenda pertemuan puncak telah siap,” dan menambahkan bahwa pertemuan tersebut “sama sekali belum siap”.
Lavrov awal pekan ini mengecam pertemuan di Gedung Putih sebagai upaya “ceroboh” oleh pihak Eropa untuk mengubah posisi pemimpin AS terkait Ukraina, yang disepakati dengan Putin pada pertemuan puncak di Alaska pekan lalu.
Dan pada hari Jumat, dia memupus harapan akan pertemuan Putin-Zelenskyy untuk menyelesaikan konflik yang kini telah memasuki tahun keempat, dengan mempertanyakan legitimasi presiden Ukraina dan mengulangi klaim maksimalis Rusia.
“Ada beberapa prinsip yang menurut Washington harus diterima, termasuk penolakan keanggotaan NATO, termasuk pembahasan isu teritorial, dan Zelenskyy menolak semuanya,” menurut Lavrov. (yn)


