Seiring semakin dekatnya parade militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 3 September, tingkat kewaspadaan di Beijing semakin ditingkatkan. Para pengamat menilai, biasanya komandan parade dipegang oleh Komandan Daerah Militer Beijing (setelah reformasi militer menjadi Komandan Komando Wilayah Pusat), namun hingga kini pihak militer belum mengumumkan siapa komandan parade tahun ini. Diperkirakan, sosok yang akhirnya dipilih bisa jadi mengejutkan.
EtIndonesia. Pada 3 September mendatang, PKT akan menggelar apa yang disebut “parade besar” di Lapangan Tiananmen, Beijing. Pihak resmi menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal Xi Jinping akan memeriksa pasukan, namun siapa komandan utama parade masih belum diumumkan.
Pengamat independen Du Zheng pada 23 Agustus menulis di media Taiwan Up Media, bahwa berdasarkan tradisi, komandan parade biasanya dijabat oleh Komandan Daerah Militer Beijing (atau Komando Wilayah Pusat setelah reformasi militer). Namun, dari informasi militer saat ini, tampaknya pemilihan komandan parade ini menemui jalan buntu, atau setidaknya sosok yang muncul nantinya akan mengejutkan.
Pada Juli 2024, informasi resmi menunjukkan bahwa Huang Ming, mantan Komandan Komando Wilayah Pusat, dipindahkan menjadi Komandan Komando Wilayah Utara. Media Hong Kong Sing Tao Daily melaporkan bahwa Wang Qiang, mantan Komandan Komando Wilayah Utara, dipindahkan ke posisi Komandan Komando Wilayah Pusat. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai jabatan baru Wang Qiang. Informasi resmi hanya menyebutkan bahwa Komisar Politik (Zhengwei) Komando Wilayah Pusat saat ini adalah Xu Deqing.
Pada 31 Juli tahun ini, Kementerian Pertahanan PKT menggelar resepsi Hari Jadi Tentara di Beijing. Publik mencatat, dibandingkan dengan tahun lalu, ada setidaknya sembilan jenderal bintang tiga yang absen dari meja utama, termasuk Xu Deqing (Komisar Politik Komando Wilayah Pusat) dan Wang Qiang (yang disebut-sebut sebagai Komandan Komando Wilayah Pusat).
Du Zheng menilai, meskipun belum ada kabar resmi bahwa Wang Qiang atau Xu Deqing dicopot, pola penanganan rahasia pejabat tinggi oleh rezim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketidakhadiran di acara penting sering kali berarti pejabat tersebut bermasalah. Jika Komandan dan Komisar Politik Komando Wilayah Pusat benar-benar bermasalah, maka pemilihan komandan parade kali ini akan sulit dilakukan.
Artikel itu memperkirakan beberapa skenario darurat yang mungkin dilakukan pihak berwenang:
- Wakil Komandan Komando Wilayah Pusat ditunjuk sebagai komandan parade. Namun, Letjen Li Zhizhong yang diangkat pada Mei 2023, pada 27 Februari 2024 sudah diumumkan kehilangan status sebagai wakil rakyat oleh Kongres Rakyat Nasional, yang menandakan ia bermasalah.
- Komandan Garnisun Beijing ditunjuk menggantikan. Namun, informasi resmi menyebut bahwa Komandan Garnisun Beijing, Fu Wenhua, pada Maret lalu sudah dipindahkan menjadi Wakil Komandan Polisi Bersenjata Rakyat dan dinaikkan pangkat menjadi Letjen. Penggantinya belum jelas.
Dalam sejarah, jenderal bintang dua (letnan jenderal) juga pernah memimpin parade, misalnya Qin Jiwei dan Fang Fenghui. - Menunjuk seorang jenderal dari wilayah militer lain untuk memimpin parade. Hal ini memang akan mematahkan tradisi, dan bisa menjadi bahan ejekan internasional, tetapi tetap merupakan salah satu opsi.
- Komandan Staf Gabungan Komisi Militer Pusat Liu Zhenli atau bahkan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia ditunjuk langsung sebagai komandan parade. Peluang Liu Zhenli lebih besar. Zhang Youxia sendiri belakangan disebut-sebut sebagai tokoh yang melemahkan kendali militer Xi Jinping. Setelah Wakil Ketua Komisi Militer lainnya, He Weidong, “menghilang”, Zhang menjadi penguasa tunggal militer. Jika ia tampil bersama Xi dalam parade, rumor tersebut bisa semakin kuat dan menjadi sorotan dunia.
Du Zheng mengatakan, faktanya, baik Garnisun Beijing maupun Komando Wilayah Pusat yang bertugas menjaga ibu kota kini justru tanpa panglima utama. Diduga, pengaturan parade dan pertahanan ibu kota saat ini dikendalikan langsung oleh Zhang Youxia yang berusia 75 tahun.
Analisis menunjukkan, meskipun PKT berusaha menampilkan kekuatan melalui parade, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, hal itu tak mampu menutupi fakta adanya korupsi militer dan krisis kekuasaan di tingkat atas.
Penulis menyatakan, meskipun ada banyak tanda menunjukkan adanya gejolak internal dalam PKT, media resmi masih berusaha keras membangun citra positif. Karena informasi sangat tertutup, dunia luar sulit memastikan apa yang sebenarnya terjadi di kalangan elite PKT. Namun, yang jelas, Xi telah kehilangan kepercayaan rakyat, otoritasnya mulai runtuh, PKT menuju kehancuran, dan perubahan besar sedang menanti untuk terungkap.
Sementara itu, analis politik Li Linyi kepada Epoch Times mengatakan, bisa jadi pihak berwenang sudah membuat penunjukan rahasia, misalnya menunjuk seorang pelaksana tugas Komandan Komando Wilayah Pusat, hanya saja belum diumumkan, dan baru akan dipublikasikan pada saat parade. Pola operasi tertutup seperti ini sudah menjadi kebiasaan rezim dalam beberapa tahun terakhir.
Menjelang parade di Beijing, tingkat keamanan semakin diperketat, suasana di jalanan terasa mencekam. Banyak kelompok masyarakat yang datang untuk mengadu nasib (petisi) diusir dan ditangkap, banyak yang akhirnya terlantar, bahkan ada yang bunuh diri dengan melompat ke sungai.
Seorang petisiwan bernama Gao Peng (nama samaran) menceritakan bahwa saat ia datang ke Mahkamah Agung di Beijing hampir saja ditangkap. Ia melihat langsung beberapa pengaju petisi ditangkap di dalam pengadilan. Menurutnya, meskipun pemerintah daerah berusaha keras menghalangi, tetap banyak orang yang berhasil masuk ke Beijing. Di depan Kantor Pusat Pengaduan Negara, setiap hari ada ratusan orang antre.
Gao Peng menilai, penindasan yang terus-menerus terhadap pengaju petisi pasti akan menimbulkan konsekuensi serius.
“Kalau terus begini, kebencian rakyat akan semakin menumpuk, pada akhirnya bisa meledak menjadi peristiwa sosial besar, bahkan sampai membunuh pejabat. Di negara ini, rakyat sudah tidak punya jalan keluar lagi,” katanya. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


