Sebuah jembatan besar di Sungai Kuning, Provinsi Qinghai, Tiongkok runtuh dan menimbulkan korban jiwa, kembali memicu keraguan publik terhadap kualitas konstruksi dan keselamatan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan milik negara Tiongkok, China Railway Group.
EtIndonesia. Jembatan besar Sungai Kuning di Zhenzha yang masih dalam tahap pembangunan ambruk pada Jumat (22/8/2025), menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan 4 orang hilang.
Menurut informasi, jembatan tersebut awalnya dijadwalkan selesai pada Juli, namun tertunda hingga Agustus. Untuk mengejar target, pihak kontraktor memaksa percepatan dengan sistem kerja siang-malam bergantian, sehingga pekerjaan malam hari menjadi hal biasa.
Selain faktor pengerjaan terburu-buru, Profesor Peng Weibing dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Teknologi Zhejiang mengatakan kepada media Tiongkok bahwa putusnya kabel penahan kemungkinan disebabkan oleh:
– cacat kualitas pada kabel itu sendiri, atau
– kesalahan konstruksi maupun kesalahan operasional.
China Railway Group, sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbesar milik pemerintah Partai Komunis Tiongkok, sudah berulang kali tersandung masalah kualitas proyek, termasuk di luar negeri.
🔥又是中鐵?黃河大橋坍塌 工程質量再遭質疑
— 大纪元新闻网 (@dajiyuan) August 23, 2025
📌8月22日,青海尖扎黃河特大橋施工中垮塌,已致至少12死、4人失聯。承建方中鐵集團再度被質疑工程質量與趕工黑幕。從海外到國內,一再出事的央企,還能讓人信任嗎?
更多詳情👉https://t.co/JfvZDNXHnR#黃河大橋 #中鐵集團 #工程質量 #中共 #安全隱患 https://t.co/JKO3weXT7Q pic.twitter.com/BFKiTf3SSN
Awal tahun ini, sebuah gedung yang sedang dibangun di Bangkok runtuh dan menewaskan sedikitnya 92 orang.
Tahun lalu, atap stasiun kereta di Serbia ambruk dan menyebabkan 16 orang tewas, memicu aksi protes besar-besaran. Warga menuding adanya korupsi dan kelalaian dalam proyek tersebut. Investigasi di Serbia menemukan bahwa kontraktor telah ilegal menggelapkan dana hampir 112 juta dolar AS, yang menyebabkan kualitas konstruksi menurun drastis. (Hui/asr)


