Moskow Sebut Kyiv Serang PLTN Miliknya Saat Ukraina Rayakan Hari Kemerdekaan

Angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 72 drone dan umpan, termasuk satu rudal jelajah, ke wilayah Ukraina pada malam menjelang 24 Agustus.

EtIndonesia. Rusia menuduh Ukraina pada 24 Agustus menyebabkan kobaran api di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah Kursk, Rusia barat, melalui serangan drone.

Beberapa fasilitas listrik dan energi terkena serangan pada malam hari, kata pejabat Rusia. Kantor pers pembangkit listrik tersebut menyatakan di Telegram bahwa api berhasil dipadamkan dengan cepat dan tidak ada pekerja yang terluka.

Ukraina tidak langsung memberikan komentar terkait tuduhan serangan drone itu. Insiden ini terjadi saat Ukraina merayakan 34 tahun kemerdekaannya dari Uni Soviet, yang bubar pada 1991.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, menyatakan telah melihat laporan media bahwa sebuah transformator di pembangkit listrik itu terbakar “akibat aktivitas militer,” tetapi belum mengonfirmasi secara independen serangan tersebut.

Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal IAEA, mengatakan, “Setiap fasilitas nuklir harus dilindungi setiap saat.”

Petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api di pelabuhan Ust-Luga di wilayah Leningrad, Rusia, tempat terminal ekspor bahan bakar utama berada. Sekitar 10 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh, namun serpihan yang jatuh memicu kebakaran, kata gubernur setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 95 drone Ukraina di wilayah udara domestik pada malam menjelang 24 Agustus.

Sementara itu, angkatan udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 72 drone dan umpan, termasuk satu rudal jelajah, ke wilayah Ukraina pada malam menjelang 24 Agustus. Angkatan udara menambahkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh atau mengacaukan 48 drone.

Saat Ukraina memperingati hari kemerdekaannya, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato lewat video dari Lapangan Kemerdekaan Kyiv, menekankan keteguhan negaranya.

 “Kami sedang membangun Ukraina yang memiliki kekuatan dan kemampuan cukup untuk hidup dalam keamanan dan perdamaian,” kata Zelenskyy, sambil menegaskan bahwa Kyiv menyerukan “perdamaian yang adil.”

 “Masa depan kita sepenuhnya ada di tangan kita,” ujarnya. “Dan dunia tahu itu. Dunia menghormati itu. Dunia menghormati Ukraina. Dunia memandang Ukraina sebagai yang setara.”

Trump menulis surat kepada Zelenskyy untuk memberi ucapan selamat atas kemerdekaan negaranya, yang kemudian dibagikan presiden Ukraina di platform X.

 “Atas nama rakyat Amerika, saya menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik kepada Anda serta rakyat Ukraina yang penuh keberanian dalam merayakan 34 tahun kemerdekaan,” tulis Trump. “Rakyat Ukraina memiliki semangat yang tak tergoyahkan, dan keberanian negara Anda menginspirasi banyak orang. Saat Anda memperingati hari penting ini, ketahuilah bahwa Amerika Serikat menghormati perjuangan Anda, menghargai pengorbanan Anda, dan percaya pada masa depan Anda sebagai negara merdeka.

“Sekarang adalah saatnya untuk mengakhiri pembunuhan tanpa arti. Amerika Serikat mendukung penyelesaian melalui negosiasi yang mengarah pada perdamaian abadi yang menghentikan pertumpahan darah dan melindungi kedaulatan serta martabat Ukraina.”

Zelenskyy berterima kasih kepada Trump atas surat itu, dengan menulis: “Kami menghargai kata-kata baik Anda untuk rakyat Ukraina, dan kami berterima kasih kepada Amerika Serikat yang berdiri bahu membahu bersama Ukraina dalam membela hal yang paling berharga: kemerdekaan, kebebasan, dan jaminan perdamaian.

“Kami percaya bahwa dengan bekerja bersama, kita dapat mengakhiri perang ini dan mencapai perdamaian sejati bagi Ukraina.”

Keith Kellogg, utusan khusus AS, menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan di Kyiv, di mana Zelenskyy menganugerahkan kepadanya Ordo Jasa Ukraina kelas 1.

 Pada pagi hari 24 Agustus, Perdana Menteri Kanada Mark Carney tiba di ibu kota Ukraina untuk bertemu Zelenskyy.

 “Di hari istimewa ini—Hari Kemerdekaan Ukraina—sangat penting bagi kami untuk merasakan dukungan dari sahabat kami. Dan Kanada selalu berdiri di sisi kami,” kata kepala staf Zelenskyy, Andriy Yermak.

Norwegia pada 24 Agustus menyatakan akan menjanjikan bantuan militer baru yang signifikan kepada Ukraina, termasuk sekitar 695 juta dolar AS untuk sistem pertahanan udara. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan negaranya dan Jerman bersama-sama mendanai dua sistem Patriot, termasuk rudal. Norwegia juga akan membantu produksi radar pertahanan udara.

Sejumlah pemimpin dunia lainnya, termasuk Raja Charles III dari Inggris, Presiden Konfederasi Swiss Karin Keller-Sutter, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Raja Willem-Alexander dari Belanda, juga mengirim surat kepada Zelenskyy pada 24 Agustus untuk merayakan kemerdekaan Ukraina.

Associated Press berkontribusi pada laporan ini.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine