Pasangan “Bertengkar” Sesungguhnya Adalah Bentuk Komunikasi 

EtIndonesia. Dalam sebuah hubungan, banyak pasangan sering kali menganggap bahwa kunci kebahagiaan adalah tidak pernah bertengkar. Padahal, itu adalah tujuan yang tidak realistis.

Seperti yang diungkapkan psikolog internasional Chen Yongyi, pertanyaannya bukan “bagaimana agar tidak bertengkar”, tetapi “bagaimana cara bertengkar dengan sehat”.

Karena setiap orang memiliki perasaan, pikiran, dan mimpi yang berbeda, wajar bila muncul ketidaksepahaman. Perbedaan itu akan memunculkan konflik, dan konflik itulah yang sering kita sebut “pertengkaran.” Namun, pertengkaran bukan sekadar teriakan atau caci maki—dia adalah bentuk komunikasi.

Riset 50 Tahun: Cara Bertengkar Menentukan Masa Depan Pernikahan

Pasangan pakar pernikahan dunia, John dan Julie Gottman, telah meneliti dinamika cinta selama lebih dari 50 tahun.

Mereka menemukan hal yang menakjubkan:

·        Dengan menganalisis 3 menit pertama sebuah pertengkaran, mereka bisa memprediksi dengan akurasi 90% apakah pasangan tersebut masih akan bersama enam tahun kemudian, atau berpisah.

Artinya, bertengkar itu penting—karena cara bertengkar justru menentukan ketahanan hubungan.

Mengapa Pertengkaran Bisa Menguatkan Hubungan?

Banyak budaya, cenderung menghindari konflik karena dianggap “merusak keharmonisan.” Tapi menyimpan semua ketidakpuasan bisa berbahaya.

Justru dengan komunikasi sejak awal, konflik bisa menjadi sarana untuk:

·        Memahami perbedaan nilai dan mimpi masing-masing.

·        Melatih kemampuan mengungkapkan kebutuhan dengan jelas.

·        Memberi pasangan kesempatan untuk merespons dengan lebih tepat.

Buku Every Fight Could Bring Us Closer menekankan konsep “mengubah konflik menjadi koneksi.”

·        Konflik menunjukkan di mana letak perbedaan kita.

·        Emosi dalam pertengkaran adalah informasi—petunjuk tentang apa yang kita rasakan dan ke mana arah yang kita inginkan.

·        Dengan cara ini, pertengkaran bukan lagi jurang pemisah, melainkan latihan untuk semakin mengasihi pasangan.

Bagaimana Caranya?

Dalam terapi pasangan, proses ini adalah kerja sama dua pihak:

·        Pihak pertama belajar mengungkapkan ketidakpuasan dengan cara yang jelas dan sehat.

·        Pihak kedua belajar bagaimana merespons tanpa memperburuk situasi, tetapi justru memperkuat hubungan.

Pertengkaran kemudian menjadi jembatan komunikasi—bukan pemicu kehancuran.

Penutup

Setiap pasangan, bahkan yang tampak paling harmonis sekalipun, pasti mengalami konflik. Yang membedakan pasangan langgeng dengan yang berpisah adalah bagaimana mereka memandang dan mengelola pertengkaran itu.

Jika kita bisa melihat pertengkaran sebagai komunikasi, sebagai cara untuk lebih memahami pasangan, maka setiap perdebatan bisa menjadi kesempatan untuk mencintai lebih dalam.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine