Bagaimana Cara Bergaul dengan Orang yang Tidak Kita Sukai?

EtIndonesia. Ketika kita dipertemukan dengan orang yang “sejalan” dengan kita, suasana pergaulan terasa hangat dan menyenangkan. Namun, ketika berhadapan dengan orang yang tidak cocok, bahkan sekadar melihat wajahnya saja bisa membuat hati terasa jengkel. Setiap gerak-geriknya terasa mengganggu—bahkan gaya rambut atau cara berperilakunya pun bisa jadi bahan untuk kita tidak menyukainya.

Sumber Rasa Suka dan Tidak Suka

Sebenarnya, persoalannya tidak selalu ada pada orang lain. Suka atau tidak suka pada dasarnya adalah perasaan subjektif. Ada yang terbentuk dari pola pikir sejak kecil, ada juga yang lahir dari pengalaman buruk di masa lalu.

Contoh:

·        Melihat wajah berbentuk segitiga bisa langsung teringat pada kepala ular berbisa, lalu merasa takut.

·        Wajah panjang dikaitkan dengan wajah kuda yang dianggap jelek.

·        Wajah bulat dianggap seperti “roti gosong” sehingga tampak tidak menarik.

Bahkan, pernah suatu ketika seseorang dengan tipe tertentu membuat kita merasa tidak nyaman, lalu terbawa sampai seterusnya: setiap kali bertemu orang dengan tipe serupa, rasa antipati pun muncul lagi.

Dari sini terlihat jelas, bahwa rasa suka maupun tidak suka bisa lahir dari ingatan yang menempel di hati, atau bahkan keyakinan yang terbawa dari kehidupan lampau. Itulah mengapa, ketika melihat orang tertentu, mencium aroma tertentu, atau mendengar suara tertentu, kita bisa secara alami merasa senang atau sebal tanpa alasan yang jelas.

Mengubah Sudut Pandang terhadap Orang yang Tidak Kita Sukai

Jika ada seseorang yang membuat kita sangat tidak suka, bisa jadi penyebabnya adalah karena kita pernah tidak membangun hubungan baik dengannya di kehidupan lalu, atau memang membentuk ikatan buruk (musuh, dendam, atau konflik).

Namun, tidak suka bukan berarti orang itu pasti membawa dampak buruk bagi kita. Sering kali itu hanyalah hasil dari pikiran subjektif kita sendiri yang menolak, sehingga hubungan terasa tegang. Jika kebetulan orang itu juga merespons dengan sikap yang sama, jadilah hubungan yang saling bermusuhan. Ujung-ujungnya, kita sendiri yang kehilangan simpati orang lain.

Sebaliknya, kita bisa mengubah cara berpikir:

“Orang yang aku tidak suka mungkin sebenarnya adalah ujian untukku. Dia datang untuk menempaku, memberi kesempatan bagiku belajar sabar dan bertumbuh.”

Kalau bisa punya pandangan seperti ini, bahkan orang yang paling tidak kita sukai pun bisa dianggap sebagai “guru kehidupan” atau bahkan “Bodhisattva” yang hadir untuk menguji dan menempa kita.

Terus Menanam Benih Kebaikan

Maka, jika ada orang yang memperlakukanmu dengan buruk—tetaplah perlakukan dia dengan baik.
– Kalau ada yang menyakitimu—tetaplah peduli padanya.
– Kalau ada yang menindasmu—belajarlah untuk memaafkan.

Inilah yang disebut “menjalin banyak ikatan baik”. Jika terus dilakukan dengan konsisten, pada akhirnya sikap baik kita akan melunakkan hati mereka.

Mungkin dalam kehidupan ini, kita sudah banyak berbuat baik, tapi tidak kunjung mendapat balasan yang positif. Jangan putus asa. Karena setiap kebaikan yang kita tanam tetap menjadi benih—bisa jadi tidak berbuah di kehidupan sekarang, melainkan di kehidupan mendatang.

Menanam “Ikatan untuk Kehidupan Mendatang”

Bahkan tumbuhan dan hewan pun bisa merasakan kasih sayang, apalagi manusia. Selama kita menyimpan niat baik dan terus menebar kebaikan, suatu saat hati orang itu pasti akan berubah.

Mungkin bukan sekarang, mungkin baru di kehidupan berikutnya. Tapi dengan keyakinan bahwa kita sedang menanam “ikatan untuk kehidupan mendatang”, maka bergaul dengan orang yang tidak kita sukai tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan bagian dari perjalanan jiwa yang bernilai. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine