Seorang bos perusahaan di Hubei, Tiongkok, bersama seorang eksekutif wanitanya dituntut oleh Amerika Serikat karena menyelundupkan dalam jumlah besar bahan prekursor fentanil ke AS. Baru-baru ini, eksekutif wanita tersebut dijatuhi hukuman berat 15 tahun penjara.
EtIndonesia. Chen Yiyi, manajer penjualan perusahaan Amarvel Biotech (精奧生物科技) di Hubei, didakwa terlibat dalam pengiriman ilegal berskala besar bahan kimia prekursor fentanil ke Amerika Serikat, serta beberapa kali memberikan kesaksian palsu selama proses persidangan.
Pada 22 Agustus, Pengadilan Federal Distrik Selatan New York menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadapnya.
Pada tahun 2023, bos Amarvel Biotech, Wang Qingzhou, bersama Chen Yiyi, dituntut dan diekstradisi ke AS karena memperdagangkan prekursor fentanil. Kasus ini menjadi awal dari upaya Amerika Serikat menindak rantai pasokan fentanil, yang langsung menyasar ke sumber utamanya—produsen bahan kimia di Tiongkok.
Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa sejak 2022, Chen Yiyi dan Wang Qingzhou membangun situs web serta jaringan logistik lintas negara untuk menjual dalam jumlah besar bahan kimia prekursor fentanil kepada distributor di AS dan Meksiko. Chen bertanggung jawab atas pendaftaran situs, promosi, penerjemahan, serta komunikasi dengan pelanggan, bahkan beberapa kali menjanjikan kepada agen penyamaran bahwa produk akan dikirim dengan “kemasan 100% rahasia.”
Jaksa penuntut menyatakan bahwa dalam pernyataan saat sidang vonis, baik Wang maupun Chen tidak menunjukkan pengakuan atas beratnya kejahatan mereka maupun penyesalan sedikit pun.
Sumber : NTDTV.com


