Java Coffee & Flavours Fest 2025: Kopi, Cokelat, dan Rempah Jawa Timur Menuju Panggung Dunia

Surabaya – Kota Surabaya kembali menjadi pusat perhatian dunia kopi dan komoditas Nusantara melalui gelaran Java Coffee & Flavours Festival (JCFF) 2025. Acara yang berlangsung di kawasan Kota Tua Surabaya ini resmi dibuka dengan penuh semarak, menghadirkan perpaduan budaya, ekonomi, dan inovasi dari hulu ke hilir industri kopi, cokelat, serta rempah-rempah.

Festival tahun ini semakin istimewa karena dikemas dalam nuansa heritage, dengan menampilkan museum mini perjalanan rempah dan kopi Jawa Timur sejak abad ke-16. Tidak hanya menyuguhkan sejarah, JCFF 2025 juga menegaskan peran Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” dalam perdagangan komoditas unggulan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, potensi kopi dan rempah dari Jawa Timur sangat besar. Data mencatat, 48 persen produksi kopi Pulau Jawa berasal dari Jawa Timur, dan hingga 86 persen ekspor kopi Jawa keluar melalui pelabuhan di provinsi ini. “Jawa Timur bukan hanya kaya sejarah, tetapi juga menjadi simpul penting perdagangan dan industri kreatif berbasis kopi, cokelat, dan rempah,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, anak muda menjadi kunci dalam menjaga warisan itu. “Generasi sekarang senang dengan sesuatu yang heritage. Kota Tua Surabaya bisa menjadi magnet wisata, sekaligus pintu bagi dunia untuk mengenal kopi dan rempah Nusantara,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menekankan pentingnya hilirisasi. “Jangan hanya ekspor biji mentah, kita dorong pengolahan menjadi produk turunan bernilai tambah. Inovasi, rasa, dan kreativitas adalah kunci agar produk lokal bisa bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam sambutannya menekankan bahwa permintaan pasar internasional terus tumbuh pesat. “Kopi Indonesia kualitasnya tidak diragukan, tapi tantangannya adalah kuantitas. Banyak buyer luar negeri ingin membeli dalam jumlah besar, namun sering kali kita hanya bisa memenuhi sebagian kecil. Ini yang harus kita benahi bersama,” jelas Destry.

Ia juga menyinggung peluang besar dari komoditas kakao. “Sekarang bukan hanya kopi yang naik daun. Permintaan cokelat luar biasa tinggi, dari Eropa hingga Amerika. Kalau kita bisa mengelola dengan baik, cokelat Indonesia bisa jadi primadona dunia, seperti halnya kopi,” tegasnya.

Acara pembukaan turut diwarnai seremoni unik berupa “perostingan kopi” simbolis bersama sejumlah pejabat penting, termasuk anggota Komisi XI DPR RI Charles Meiansyah. Hadirin juga disuguhi ragam kopi khas Nusantara, mulai dari Kopi Wonosalam, Kopi Wanoja, hingga Kopi Bon Tugu, yang masing-masing menghadirkan karakter rasa berbeda.

Tidak hanya soal kopi dan rempah, JCFF 2025 juga menampilkan potensi industri kreatif melalui fashion show UMKM binaan Bank Indonesia. Koleksi desainer muda seperti Ura by Aura Avilia sukses mencuri perhatian dengan memadukan kain khas Nusantara dan desain modern yang kini merambah pasar internasional.

Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi perdagangan dan pembiayaan dalam rangkaian festival ini mencapai Rp100 miliar, melonjak tajam dari Rp38 miliar pada tahun sebelumnya. Angka ini disebut sebagai bukti semakin kuatnya daya saing komoditas lokal di pasar domestik maupun global.

Dengan mengusung tema “Grow Future Through Local Flavour”, JCFF 2025 bukan sekadar pesta rakyat, melainkan juga ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, hingga generasi muda untuk mengangkat komoditas unggulan Jawa Timur menuju panggung dunia.

“Semangat Surabaya yang pantang menyerah harus kita bawa dalam mengembangkan kopi, cokelat, dan rempah Nusantara. Dari Jawa Timur, kita tunjukkan bahwa produk lokal bisa menjadi ikon global,” tutup Destry.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine