Pada 24 Agustus, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap basis milisi Houthi di Yaman, sebagai balasan atas serangan rudal yang baru-baru ini dilancarkan kelompok tersebut. Pada saat yang sama, tank-tank Israel dikerahkan di perbatasan Gaza sebagai persiapan untuk mengambil alih Kota Gaza.
EtIndonesia. Angkatan Udara Israel pada 24 Agustus menyerang basis pemberontak Houthi di ibu kota Yaman, Sana’a. Sebuah pembangkit listrik terkena serangan dan menimbulkan asap tebal membubung, sementara sebuah SPBU terbakar hebat.
Video yang dirilis Angkatan Udara Israel menunjukkan bahwa pada 24 Agustus, beberapa jet tempur dikerahkan untuk menyerang Yaman.
Militer Israel menyatakan bahwa pemberontak Houthi yang didukung Iran baru-baru ini menembakkan bom curah (cluster bomb) pertama mereka ke arah Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah bahwa rezim teroris Houthi di Yaman akan membayar mahal atas tindakan agresifnya.
“Angkatan udara hari ini kembali menyerang target strategis di Yaman: kantor presiden di pusat Kota Sana’a, pembangkit listrik, dan tangki bahan bakar yang memasok pembangkit listrik tersebut,” katanya.
Kelompok Houthi pada 24 Agustus menyatakan bahwa serangan Israel menghantam beberapa wilayah di Sana’a, mengakibatkan 2 orang tewas dan 35 orang luka-luka.
Pada saat yang sama, Israel terus meningkatkan tekanan militer dan menuntut Hamas untuk membebaskan semua sandera. Pada hari itu, , tank-tank Israel dikerahkan ke perbatasan Gaza.
Video yang dirilis militer Israel hari itu menunjukkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pasukan darat Israel kembali memasuki wilayah Jabaliya di Gaza Utara, untuk mencegah teroris Hamas kembali beroperasi di daerah tersebut.
Sehari sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa ia akan menyetujui rencana militer untuk mengambil alih Gaza dan mengalahkan Hamas.
Sumber : NTDTV.com


