20 Pejuang Hamas Keluar dari Terowongan, Israel Menyergap Seperti Kucing Memburu Tikus

EtIndonesia. Konflik antara Hamas dan Israel kembali menunjukkan eskalasi tajam, terutama terkait taktik terowongan yang selama ini menjadi andalan Hamas. Israel merespons dengan kombinasi teknologi militer mutakhir, termasuk drone tempur, buldoser lapis baja, serta sistem pemantauan canggih yang membuat para pejuang Hamas semakin sulit bersembunyi.

Serangan Terowongan di Khan Younis

Pada 24 Agustus 2025, video terbaru yang beredar memperlihatkan sekitar 20 anggota Hamas keluar dari sebuah terowongan di Khan Younis untuk melancarkan serangan mendadak. Namun, mereka langsung terdeteksi oleh sistem pemantauan Israel. Akibatnya, 10 orang tewas seketika, sementara sisanya diburu oleh drone bersenjata hingga tewas—situasi yang digambarkan ibarat “kucing mengejar tikus.”

Pengepungan Gaza dan Sikap Israel

Pasukan Israel kini terus menekan hingga ke pinggiran Kota Gaza sejak 23–24 Agustus 2025. Tank dan kendaraan lapis baja mengepung kota, sementara warga sipil diarahkan mengungsi ke arah selatan menuju Khan Younis.

Seperti pola sebelumnya, Hamas kembali menawarkan gencatan senjata ketika posisi mereka semakin terjepit. Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada 24 Agustus 2025 menolak mentah-mentah. Syarat utama Israel jelas: semua sandera Israel harus dibebaskan terlebih dahulu sebelum ada negosiasi gencatan senjata.

Bocoran media Israel pada 24 Agustus 2025 mengungkap rencana militer untuk melancarkan serangan total dengan tujuan melenyapkan seluruh kepemimpinan Hamas di Gaza. Operasi pembunuhan target (targeted killing) juga terus dijalankan. Salah satu rekaman pada hari yang sama menunjukkan bom presisi Israel menghantam sebuah rumah dan menewaskan anggota Hamas, sementara dua warga sipil di ruangan sebelah selamat tanpa luka.

Perang Informasi: Klaim dan Bantahan

Pada 24 Agustus 2025, Hamas dan beberapa media Barat menuduh Israel menewaskan tiga anak kecil dalam serangan terbaru. Namun, klaim tersebut segera dibantah dengan publikasi foto identitas yang memperlihatkan bahwa korban sesungguhnya adalah anggota Hamas bersenjata.

Isu Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Selain perang militer, isu bantuan kemanusiaan di Gaza kembali mencuat pada 23–24 Agustus 2025. Banyak media internasional menyoroti apa yang disebut sebagai “bencana kelaparan Gaza.” Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan memperkirakan 1,4 juta warga Gaza berisiko kelaparan.

Namun, Israel menuduh PBB menimbun persediaan makanan yang cukup untuk 700 truk, tanpa segera mendistribusikannya. Laporan independen juga menunjukkan bahwa konsumsi kalori rata-rata warga Gaza justru lebih tinggi dari rata-rata dunia. Ironisnya, ditemukan pula fenomena pemborosan makanan: ada yang menendang paket bantuan seperti bola, menimbun, bahkan menyelundupkannya ke dalam terowongan Hamas.

Peran Lembaga Amal dan Kontroversi PBB

Pada 24 Agustus 2025, sebuah lembaga amal asal Amerika Serikat, Gaza Humanitarian Foundation, melaporkan mampu membagikan 1,4 juta porsi makanan setiap hari. Hingga kini, puluhan juta porsi sudah tersalurkan ke warga.

Sementara itu, investigasi terbaru yang dipublikasikan pada 24 Agustus 2025 menimbulkan kontroversi: di saat Israel baru saja menyetujui tambahan bantuan kemanusiaan senilai 500 juta dolar, ditemukan bahwa PBB menyerahkan 22 truk penuh bantuan langsung ke tangan bersenjata Hamas.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine