Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) memandang chikungunya sebagai penyakit “panas-lembap” dan merekomendasikan penggunaan herbal, teh, serta makanan untuk menanggulanginya
JoJo Novaes dan Arthur Zhang
Chikungunya sering meniru penyakit yang ditularkan nyamuk lainnya seperti demam berdarah dan Zika, dengan gejala serupa berupa nyeri sendi, demam tinggi, serta gejala mirip flu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan perjalanan Level 2 untuk sejumlah negara dengan aktivitas chikungunya yang meningkat, termasuk Tiongkok (Guangdong), Bolivia, dan beberapa pulau di Samudra Hindia.
Walaupun kasus di Amerika Serikat tidak meluas, para ahli mengatakan risiko penularan domestik rendah. Namun demikian, terdapat 199 kasus terkait perjalanan pada tahun 2024, dan sejauh ini sudah ada 54 kasus pada tahun ini.
Dengan meningkatnya kasus di seluruh dunia, pencarian cara perlindungan pun semakin digencarkan, baik melalui pengobatan konvensional maupun ramuan tradisional.
Salah satu sudut pandang unik berasal dari Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), yang menawarkan strategi alami untuk memperkuat pertahanan tubuh sekaligus menjaga nyamuk agar menjauh.
Cara PTT Memandang Penyakit yang Ditularkan Nyamuk
Dalam PTT, penyakit seperti chikungunya tidak hanya dipahami sebagai akibat virus dan nyamuk, melainkan juga sebagai kondisi yang muncul akibat “kelembapan” (dampness) serta “panas berlebih dan peradangan” (excess heat and inflammation).
- Kelembapan (dampness): merujuk pada stagnasi di lingkungan (cuaca lembap, air tergenang) maupun dalam tubuh (retensi cairan, pencernaan lamban).
- Panas berlebih dan peradangan: mewakili proses infeksi dan inflamasi, tampak sebagai demam, kemerahan, ruam, atau bisul.
Ketika kedua kekuatan ini bergabung—disebut “panas-lembap” dalam PTT—mereka menciptakan lahan subur bagi penyakit. Sama seperti rawa terbentuk ketika air (kelembapan) bertemu panas musim panas, tubuh pun menjadi lingkungan hangat dan stagnan tempat patogen mudah berkembang. Misalnya, seseorang yang tinggal di iklim panas-lembap dan juga mengalami pencernaan buruk atau retensi cairan lebih rentan terhadap penyakit yang ditularkan nyamuk.
Dari sudut pandang ini, pencegahan tidak hanya sebatas menghindari gigitan nyamuk. Langkah yang penting adalah mengurangi kelembapan internal, membersihkan racun untuk melawan infeksi, serta memperkuat sistem limpa (spleen), yang dalam PTT bertugas mengubah makanan menjadi energi dan cairan. Limpa yang kuat akan mengurangi kelembapan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Saat ini, belum ada pengobatan antivirus khusus untuk chikungunya. Pandangan holistik ini menjelaskan mengapa pendekatan PTT untuk penyakit yang ditularkan nyamuk menggabungkan penolak nyamuk berbahan herbal, teh, serta makanan tertentu.
Metode Alami Penolak Nyamuk
Dalam program “Health 1+1” di NTD, sebuah media saudari dari The Epoch Times, Shu Rong, direktur Klinik PTT Dokter Rong di Inggris, membagikan beberapa cara alami untuk mencegah nyamuk.
1. Kantung Herbal Aromatik (Aromatic Sachets)
Kantung kecil berisi herbal dapat berfungsi ganda sebagai penolak nyamuk alami sekaligus penopang energi tubuh dalam PTT.
Bahan-bahan:
- 3 gram atractylodes (Cang zhu)
- 3 gram akar notopterygium (Qiang huo)
- 3 gram akar ligusticum (Gao ben)
- 3 gram rimpang chuanxiong (Chuan xiong)
- 3 gram angelica dahurica (Bai zhi)
- 3 gram patchouli (Guang huo xiang)
- 3 gram akar costus (Mu xiang)
Cara membuat:
- Haluskan semua bahan menjadi bubuk.
- Ambil sekitar 20 gram campuran untuk setiap kantung.
- Masukkan ke dalam kain kasa atau kantung kain tipis.
- Simpan kantung di saku, bawah bantal, atau di mobil.
Herbal ini mengeluarkan aroma kuat yang secara alami mengusir nyamuk. Dalam TCM, herbal aromatik seperti patchouli dan atractylodes juga diyakini membangunkan limpa, melancarkan sirkulasi, serta mengubah kelembapan—sehingga tubuh terasa lebih ringan dan bertenaga. Setiap kantung biasanya bertahan 1–2 minggu dan perlu diganti setelah aromanya hilang.
Kantung yang sudah dipakai tidak perlu langsung dibuang; herbalnya dapat dibakar sebagai dupa untuk memperpanjang efeknya.
2. Metode Asap Herbal (Herbal Smoke Method)
Membakar herbal aromatik sudah lama digunakan dalam PTT untuk mengusir serangga sekaligus membersihkan udara dari kotoran.
Bahan-bahan:
- 10–15 gram angelica dahurica (Bai zhi)
- 10–15 gram atractylodes (Cang zhu)
- 10–15 gram akar costus (Mu xiang)
- 5–10 gram kayu gaharu (Chen xiang)
- 5–10 gram kayu cendana (Tan xiang)
Cara membuat:
- Haluskan herbal menjadi bubuk.
- Campur dengan serat moxa (kapas mugwort) dengan perbandingan 1:1.
- Letakkan campuran dalam wadah tahan api lalu bakar.
- Gunakan 20–50 gram setiap sesi, tergantung ukuran ruangan.
- Tutup pintu dan jendela, biarkan asap meresap sekitar 1 jam.
- Setelah itu, ventilasi ruangan.
Metode ini tidak hanya mengusir nyamuk, tetapi juga membersihkan udara, sangat cocok untuk ruangan yang sebelumnya ditempati orang yang sedang dalam masa pemulihan penyakit menular.
Memperkuat Tubuh dari Dalam
Repelan memang membantu, tetapi TCM menekankan perlindungan internal sama pentingnya dengan perlindungan eksternal.
Orang yang sering mengalami kembung, buang air besar encer, atau edema dianggap memiliki sistem limpa yang lemah. Kelemahan ini memicu kelembapan, yang menciptakan lingkungan internal yang mendukung infeksi. Dengan memperkuat limpa dan mengurangi kelembapan, teh herbal dapat membuat tubuh lebih tahan terhadap penyakit yang ditularkan nyamuk.
Resep: Teh Tonik Limpa Astragalus
Teh herbal ringan ini digunakan dalam PTT untuk memperkuat limpa, mengurangi kelembapan, dan meningkatkan pertahanan tubuh melawan infeksi.
Bahan-bahan:
- 10 gram akar astragalus (Huang qi)
- 5 gram atractylodes putih (Bai zhu)
- 3 gram akar licorice (Gan cao)
- 3 gram kulit jeruk kering (Chen pi)
Cara membuat:
- Masukkan bahan ke dalam cangkir keramik tahan panas.
- Tuangkan air mendidih, diamkan 20 menit.
- Bahan yang sama bisa diseduh ulang beberapa kali sepanjang hari.
Sebuah tinjauan pada tahun 2020 menemukan bahwa senyawa dalam astragalus dapat memperkuat sistem kekebalan dengan mendukung sel-sel imun yang sehat serta meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Makanan Penguat Limpa
Dalam PTT, penyakit akibat nyamuk erat kaitannya dengan kelembapan internal. Karena itu, dalam perawatan sehari-hari dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang memperkuat limpa dan mengurangi kelembapan.
Bahan umum termasuk biji jali (coix seeds), kacang merah kecil (adzuki), kacang hijau, biji teratai, dan gorgon fruit. Bahan-bahan ini dapat ditambahkan ke dalam bubur, nasi, atau sup untuk mendukung kesehatan umum sekaligus memperkuat pertahanan alami tubuh.
Panduan Perlindungan Pribadi dan Rumah
Meskipun PTT menekankan penguatan pertahanan internal tubuh, perlindungan pribadi dan rumah tetap penting. Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, yang lebih aktif di siang hari. Langkah berikut dapat mengurangi risiko gigitan:
- Hilangkan genangan air: Nyamuk bertelur di air tergenang, bahkan dalam jumlah sedikit. Telur dapat bertahan dalam kondisi kering selama berbulan-bulan dan menetas hanya dalam hitungan hari setelah terkena air. Sumber umum termasuk tatakan pot tanaman, ember, tempat sampah, dan wadah lain di sekitar rumah.
- Pasang penghalang fisik: Gunakan kasa nyamuk pada jendela dan pintu untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
- Kenakan pakaian pelindung dan repelan: Saat di luar rumah, kenakan pakaian lengan panjang berwarna terang (warna gelap lebih menarik nyamuk) dan gunakan obat penolak nyamuk pada kulit yang terbuka.
Jika Anda mengalami gejala yang dicurigai sebagai penyakit akibat gigitan nyamuk, segera cari pertolongan medis dan beritahukan kepada tenaga kesehatan mengenai riwayat perjalanan terbaru.


