EtIndonesia. Satelit NASA telah mendeteksi cahaya biru-hijau misterius di lepas pantai selatan Australia. Kilauan cahaya di lautan ini awalnya mengejutkan dunia, tetapi itu hanyalah ledakan fitoplankton di Teluk Australia Besar dan Laut Tasman. Yang mengejutkan semua orang adalah bahwa fenomena bioluminesensi ini begitu kuat sehingga dapat dilihat dari luar angkasa.
Fitoplankton adalah organisme laut yang vital bagi ekosistem laut. Pengamatan ini pertama kali dilakukan oleh pesawat ruang angkasa PACE NASA, yang melihat cahaya antara daratan Australia dan Tasmania.
Para ilmuwan menggunakan Ocean Color Instrument yang canggih untuk mendokumentasikan cahaya biru kehijauan di lautan, Sustainability Times melaporkan. Namun, ini bukan satu-satunya kali cahaya tersebut terlihat dari luar angkasa.
Suomi NPP sebelumnya mencatat bioluminesensi pada tahun 2023, diikuti oleh satelit Aqua pada tahun 2024. Kejadian berulang dari fenomena laut ini membantu para ilmuwan mengamati pola yang diikutinya dan bagaimana perubahannya sesuai musim.
Fitoplankton di laut memiliki konsentrasi klorofil a yang tinggi, yang menghasilkan cahaya biru kehijauan. Klorofil a penting untuk fotosintesis dan memungkinkan organisme kecil ini berkembang biak di zona fotik laut.
Saat kehidupan laut membusuk di laut, dia melepaskan nutrisi seperti nitrogen dan fosfor, yang diserap oleh fitoplankton dengan bantuan sinar matahari.
Alasan mengapa ledakan ini terlihat dari luar angkasa adalah karena dia mencapai kedalaman sekitar 150 meter dan menyebar di sepanjang patahan landas kontinen, menurut Ahli Oseanografi Jochen Kaempf dari Universitas Flinders. Selain filamen hijau, terdapat pula rona biru, kemungkinan akibat gangguan sedimen di daerah yang lebih dangkal. Kemungkinan juga terdapat berbagai spesies fitoplankton di laut.
Pentingnya Fitoplankton
Wilayah tempat bioluminesensi ini terlihat menyaksikan arus turbulen dan merupakan rute maritim penting yang mengarah ke Teluk Port Phillip. Cahaya fitoplankton bukanlah fenomena baru. Fenomena ini telah diamati di beberapa sistem laut di seluruh dunia. Namun kini, citra satelit canggih membantu kita mengamatinya lebih baik dan memahami dinamika kehidupan laut dan lautan dunia. Selain itu, teknologi ini menawarkan wawasan tentang dinamika oseanografi wilayah ini. Mekar fitoplankton merupakan bukti bahwa beberapa proses kompleks terjadi di lautan. (yn)


