Menjelang parade militer besar 3 September Partai Komunis Tiongkok (PKT), Beijing meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh. Hingga kini, komandan utama parade belum ditentukan. Seorang mantan perwira militer PKT membocorkan bahwa akibat pertarungan sengit antara faksi Xi dan faksi anti-Xi, Beijing telah menyiapkan tiga skema darurat untuk mencegah situasi yang bisa mengancam rezim, bahkan berujung kudeta militer.
EtIndonesia. Menurut kebiasaan, komandan utama parade biasanya dijabat oleh komandan Komando Teater Pusat. Mantan perwira menengah Angkatan Laut PKT, Yao Cheng, pada 24 Agustus mengatakan di media sosial bahwa komandan Komando Teater Pusat saat ini, Wang Qiang, kemungkinan telah mengalami masalah. Sementara wakil komandan Li Zhizhong sedang diselidiki. Karena itu, kandidat paling mungkin adalah Kepala Staf Gabungan Liu Zhenli. Liu dikenal sebagai orang dekat Zhang Youxia, wakil ketua Komisi Militer.
Ada pula pendapat bahwa Menteri Pertahanan Dong Jun, yang sejajar dengan komandan Teater Pusat, juga bisa memimpin parade. Namun Dong awalnya merupakan orang kepercayaan Miao Hua, mantan kepala Departemen Politik Komisi Militer yang sudah jatuh. Karena itu, Zhang Youxia tidak mempercayainya.
Yao Cheng menganalisis, parade militer Beijing sudah tiga kali menjalani latihan. Secara normal, komandan utama seharusnya sudah ditetapkan untuk mengendalikan keseluruhan. Jika parade kali ini diatur oleh Zhang Youxia, sangat mungkin Zhang sengaja menunda penunjukan komandan agar mempermalukan Xi.
Pada 18 Agustus lalu, Yao juga mengungkapkan dalam sebuah program bahwa parade 9.3 sangat krusial bagi PKT. Dari informasi seorang pensiunan perwira di kompleks Komisi Militer Beijing, diketahui bahwa markas komando parade sudah menyiapkan rencana darurat dengan tiga skenario.
- Rencana pertama: Xi Jinping memimpin parade.
- Rencana kedua: Jika kondisi kesehatan Xi bermasalah dan ia tak bisa memimpin, maka Zhang Youxia yang memimpin.
- Rencana ketiga: Jika hubungan Xi dan Zhang memburuk, maka dipilih jalan tengah — orang yang menggantikannya adalah Liu Zhenli.
Yao menekankan, awalnya PKT berharap parade ini dapat menunjukkan kekuatan militer dan stabilitas rezimnya. Namun, jika terjadi masalah di lokasi parade, hal itu justru bisa mengancam posisi berkuasa PKT, bahkan memicu perpecahan di dalam militer.
Sumber: NTDTV.com


