Presiden Korsel ke Trump : “Presiden, Tolong Bantu Kami” – Trump Janji Jadi Mediator Hubungan Korsel–Korut

EtIndonesia. Pada Senin (25/8/2025), Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memimpin delegasi berkunjung ke Gedung Putih. Dalam konferensi pers, Presiden Donald Trump berjanji bahwa ia akan bertemu dengan diktator Korea Utara Kim Jong-un. Bahkan, beberapa kali menegaskan bahwa hubungannya dengan Kim sangat baik. Karena itu, ia bersedia membantu menjadi mediator bagi rekonsiliasi hubungan antar-Korea. 

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengurangi jumlah pasukan yang ditempatkan di Korea Selatan. Selain itu, ia kembali menekankan bahwa industri galangan kapal Korea dapat membantu menghidupkan kembali kejayaan industri galangan kapal Amerika. 

Berikut laporan wartawan NTD di Gedung Putih, Zhang Liang dan Wang Ziyi

Wartawan NTD di Gedung Putih Zhang Liang melaporkan: Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dalam pidato pembuka memuji kontribusi Trump terhadap perdamaian dunia. Ia mengatakan perang di Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika semuanya berhasil dicegah oleh Trump, dan Trump adalah satu-satunya pemimpin dunia yang bisa mencapai prestasi tersebut. Ia menambahkan, saat ini hanya Semenanjung Korea yang masih terpecah, dan ia berharap Trump dapat membantu dalam hal ini. Lee bahkan mengatakan berharap bisa melihat “Trump Tower” berdiri di Korea Utara.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung: “Saya percaya Kim Jong-un sedang menunggu Anda. Tuan Presiden, rakyat Korea sangat menaruh harapan pada Anda. Terima kasih sekali lagi sudah meluangkan waktu.”

Lee Jae-myung juga memuji Trump karena telah membuat Amerika kembali hebat, namun kemudian langsung menyinggung isu perdamaian di Semenanjung Korea. Ia menyatakan harapan agar Trump dapat bertemu Kim Jong-un. Trump menyambut harapan tersebut dengan menekankan kembali hubungan baiknya dengan Kim, yang menurutnya dapat membantu mendorong proses perdamaian.

Presiden AS Donald Trump: “Saya dan Kim Jong-un memiliki hubungan yang sangat baik. Saya berharap hubungan itu bisa terus terjaga, dan saya rasa itu akan terjadi. Hubungan kami sungguh baik. Saya memahaminya. Saya banyak menghabiskan waktu berbincang dengannya, bahkan membicarakan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak kami bicarakan. Kami akrab, dan saya pikir negara yang ia pimpin memiliki potensi yang sangat besar, benar-benar besar.”

Lee juga menyampaikan kekhawatiran kepada Trump. Ia menyoroti bahwa selama pemerintahan Presiden Joe Biden, Korea Utara semakin memperkuat kekuatan nuklir dan militernya, sehingga menimbulkan ancaman besar bagi Semenanjung Korea.

Trump menanggapi: “Jika saya yang menjadi presiden, mereka tidak akan melakukan itu.”

Lee Jae-myung: “Saya sepenuhnya setuju dengan Anda.”

Pertemuan ini adalah pertemuan bilateral pertama antara AS dan Korea Selatan sejak Lee Jae-myung menjabat. Publik juga menyoroti isu apakah janji Korea Selatan untuk berinvestasi sebesar 350 miliar dolar AS di Amerika, dengan imbalan tarif sebesar 15%, akan ada perubahan atau tidak.

Trump: “Kita akan kembali membahas soal perdagangan tambahan, karena saya dengar mereka ingin menegosiasikan ulang (tarif), tapi itu tidak masalah, saya tidak keberatan. Ini tidak berarti mereka akan mendapatkan sesuatu, tapi saya tidak keberatan. Namun kita akan melakukan pembahasan serius mengenai berbagai isu, termasuk perdagangan.”

Untuk mewujudkan janjinya menghidupkan kembali industri galangan kapal AS, Trump mengatakan selain membeli kapal dari Korea Selatan, ia juga ingin agar perusahaan galangan kapal Korea mempekerjakan pekerja Amerika di Amerika Serikat untuk membangun kapal.

Trump: “Anda bisa lihat kembali pada masa Perang Dunia II, ketika itu kita hampir setiap hari membangun satu kapal. Sulit dipercaya, kapal yang dibangun waktu itu adalah kapal tanker dan berbagai jenis kapal lainnya, tapi saat itu kita sangat aktif. Kita punya banyak galangan kapal yang tadinya menganggur, tetapi sekarang sudah tidak sepenuhnya menganggur lagi. Dan kalian (Korea) juga akan datang, kalian akan membangun banyak kapal di negara ini.”

Selain itu, Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk meminta Korea Selatan menyerahkan hak kepemilikan tanah tempat pangkalan militer AS berada.

Trump: “Salah satu hal yang ingin saya lakukan adalah meminta mereka menyerahkan kepemilikan tanah dari benteng besar yang kita miliki itu. Anda tahu, kita menghabiskan banyak uang untuk membangun pangkalan tersebut, Korea Selatan juga memberikan sebagian kontribusi. Tapi saya ingin melihat apakah kita bisa membatalkan sewa dan memperoleh kepemilikan tanah tempat pangkalan militer besar kita itu.”

Wartawan NTD di Gedung Putih Zhang Liang melaporkan: Saat ini terdapat sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan. Diperkirakan isu kerja sama keamanan menjadi topik utama pembahasan kedua pemimpin, termasuk ancaman dari PKT, program nuklir Korea Utara, serta kontribusi finansial Seoul untuk pasukan AS yang ditempatkan di Korsel.  Sebelumnya, sejumlah pejabat AS anonim mengatakan bahwa untuk mencegah kemungkinan penarikan sebagian pasukan AS dari Korea Selatan, Pentagon kini kembali menitikberatkan aliansi AS-Korsel pada upaya menghadapi ancaman dari Beijing. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine