EtIndonesia. Pernahkah kamu bertemu orang yang gemar membicarakan orang lain di belakang? Kalau bertemu dengan orang semacam itu, apa yang ada di pikiranmu? Apakah kamu akan merasa tenang untuk menceritakan urusan pribadimu kepadanya?
Sejujurnya, hampir semua orang suka mendengar gosip. Ada kalanya gosip hanya berupa obrolan ringan yang tidak berbahaya. Namun, jika yang dibicarakan menyangkut nama baik orang lain, sekalipun itu benar, tetap tidak boleh disebarkan sembarangan. Jika tidak, gosip itu bisa berbalik menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri.
Kisah Peter dan Ayam yang Kehilangan Bulu
Ada seorang anak laki-laki bernama Peter. Hatinya sebenarnya tidak jahat, tapi dia punya kebiasaan buruk: suka menyebarkan gosip tentang orang lain. Semakin lama, ceritanya semakin dilebih-lebihkan. Akibatnya, bukan hanya melukai orang lain, tapi juga melukai dirinya sendiri.
Teman-temannya mulai merasa terganggu dengan ucapan Peter, hingga satu per satu menjauhinya. Bahkan sahabat-sahabat dekatnya pun akhirnya meninggalkannya. Merasa kesepian, Peter pergi menemui seorang pendeta untuk mengaku dosa, berharap mendapatkan jalan keluar.
Pendeta berkata: “Nak, aku akan memberimu satu cara untuk menebus kesalahanmu. Pergilah beli seekor ayam, lalu bawa keluar kota. Sambil berjalan, cabutlah bulu ayam itu sedikit demi sedikit dan jatuhkan di jalan. Setelah semua bulu habis, kembalilah padaku.”
Peter mengikuti instruksi itu. Setelah selesai, dia kembali ke pendeta dan bertanya langkah selanjutnya.
Pendeta berkata lagi: “Sekarang, kembalilah ke jalan tadi, dan kumpulkan semua bulu yang telah kau sebarkan.”
Peter pun mencoba, tetapi bulu ayam terlalu ringan, sudah terbang ditiup angin dan hilang entah ke mana. Dia hanya bisa membawa kembali beberapa helai saja.
Peter berkata: “Pak, bulu-bulu itu sudah terbang, saya tidak mungkin bisa mengumpulkannya lagi.”
Pendeta menatapnya lalu menjawab: “Nak, aku tahu kamu tidak mungkin bisa mengambil semua bulu itu. Sama seperti gosip yang sudah pernah kamu sebarkan, sekali keluar dari mulutmu, kamu tidak akan bisa menariknya kembali. Jadi, lain kali sebelum bicara tentang orang lain, bisakah kamu menutup mulutmu dan tidak melepaskan ‘bulu-bulu’ yang bisa melukai banyak orang itu?”
Peter pun mengangguk dengan penuh penyesalan: “Ya, saya bisa.”
Hikmah dari Cerita
Banyak orang bergosip karena merasa hidupnya membosankan, lalu mencari hiburan dengan membicarakan orang lain. Namun, sering kali mereka tidak sadar batasannya.
Seperti pepatah: “Kabar baik jarang terdengar, kabar buruk menyebar ke mana-mana.”
Semakin disebarkan, cerita pun semakin dibelokkan, membuat orang lain terganggu, bahkan bisa merusak nama baik.
Karena itu, kita perlu belajar untuk berbicara dengan hati-hati. Sebab sekali kata-kata menyakitkan itu keluar, ia akan menyebar tak terkendali, dan kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya menariknya kembali. (jhn/yn)


