EtIndonesia. Angin kencang dan hujan deras melanda Pulau Hainan di Tiongkok selatan serta wilayah sekitar di Provinsi Guangdong pada Minggu (24/8), ketika Topan Kajiki melintas di perairan terbuka di selatan dan bergerak menuju pantai tengah Vietnam.
Sekitar 20.000 orang dievakuasi dari daerah yang berpotensi berbahaya sebelum badai tiba, menurut media pemerintah Tiongkok, Xinhua. Kapal-kapal nelayan kembali ke pelabuhan, dan lebih dari 21.000 awak kapal telah naik ke daratan.
Sebuah video pendek yang diunggah secara daring oleh Radio dan Televisi Guangdong memperlihatkan angin yang mematahkan cabang-cabang pohon, mengguncang keras kapal yang sedang bersandar, serta gelombang yang menerjang dermaga.
Kajiki semakin menguat ketika bergerak ke arah barat di atas laut dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 162 kilometer per jam (100 mil per jam), menurut Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok.
Curah hujan sebesar 25 hingga 35 sentimeter (10 hingga 14 inci) diperkirakan turun di bagian selatan Pulau Hainan, termasuk kota wisata pantai populer Sanya.
Kota Sanya menutup bisnis, kawasan wisata, serta menghentikan transportasi umum dan pelayaran, lapor Xinhua. Dalam sebuah unggahan media sosial, pihak kota mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kecuali benar-benar diperlukan.
Kota Sanya mengumumkan penerapan langkah darurat “lima penghentian dan satu penutupan” pada 24 Agustus, yaitu penghentian sekolah, pekerjaan, aktivitas bisnis, transportasi darat, pelayaran, serta penutupan kawasan wisata.
Kajiki, yang dalam bahasa Jepang dapat berarti ikan tombak atau ikan pedang, diperkirakan akan mendarat di pantai Vietnam pada Senin sore.
Para petani di kota Hue bergegas memanen padi mereka sebelum badai tiba, menurut kantor berita resmi Vietnam News Agency.
Provinsi-provinsi pesisir telah melarang kapal berlayar mulai Senin dan memanggil pulang kapal-kapal yang masih berada di laut, menurut kantor berita itu. Pihak berwenang juga meminta provinsi dan kota untuk memperkuat tanggul, waduk, dan sistem irigasi.
Sumber : The Associated Press


