Pemimpin Partai ke Tibet Tubuhnya Terlihat Goyah, Dua Sekretaris Hu Jintao Pernah Kehabisan Oksigen Hingga Meninggal Dunia

Sempat menghilang selama 20 hari, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping tiba-tiba melakukan kunjungan ke Tibet. Ia hanya menghadiri acara di Lhasa selama satu hari sebelum kembali, menimbulkan banyak spekulasi. Menurut orang dalam, saat Hu Jintao menjabat di Tibet dulu, dua sekretarisnya meninggal dunia akibat kekurangan oksigen di dataran tinggi.

EtIndonesia. Pada 20 Agustus, Xi Jinping dan rombongan tiba di Tibet dengan pesawat khusus untuk menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Daerah Otonomi Tibet.

Pada 25 Agustus, Epoch Times mengutip sumber yang mengetahui situasi, melaporkan bahwa setelah turun dari pesawat, Xi berdiri di tempat selama sekitar 20 menit. Saat berada di Lhasa, langkah kakinya tidak stabil dan tubuhnya bergoyang cukup kuat. Kondisi fisiknya menimbulkan banyak pembicaraan.

Kolumnis Epoch Times Wang He mengatakan: “Berkali-kali terdengar kabar bahwa Xi Jinping menderita penyakit serius. Dari kunjungan kali ini ke Tibet, jelas kondisi tubuhnya sudah jauh menurun.”

Xi hanya tinggal sehari di Tibet sebelum kembali ke Beijing. Sebaliknya, Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (PKRRT), Wang Huning, bersama rombongan melakukan inspeksi ke berbagai daerah di Tibet hingga tanggal 23 Agustus.

Sumber orang dalam mengungkapkan bahwa puluhan tahun lalu, ketika mantan pemimpin PKT Hu Jintao menjabat sebagai Sekretaris Partai di Tibet, karena alasan kesehatan ia lebih banyak tinggal di Chengdu untuk mengendalikan urusan Tibet dari jauh. Dua sekretaris Hu kala itu meninggal berturut-turut akibat masalah kekurangan oksigen di dataran tinggi.

Pengamat politik Tang Jingyuan berkomentar: “Xi Jinping sebagai pemimpin partai tiba-tiba datang sendiri ke Tibet, padahal kondisi kesehatannya memang sudah bermasalah. Namun ia tetap nekat mengambil risiko besar itu. Hal ini sangatlah aneh.”

Wang He menambahkan: “Peringatan 60 tahun berdirinya Daerah Otonomi Tibet adalah momen politik besar bagi PKT. Jika Xi tidak hadir, dampak politiknya akan sangat besar. Karena berbagai faksi kini sedang bersaing mempersiapkan Sidang Pleno Keempat, maka meskipun kondisi tubuhnya buruk, Xi tetap harus pergi ke Tibet. Ini semacam ‘pertunjukan’ yang harus dimainkan penuh. Persaingan internal di PKT sekarang sudah sangat tajam, bahkan berdarah-darah.”

Wakil Ketua PKRRT Hu Chunhua, yang dulu sempat dianggap sebagai calon penerus Xi, juga hadir di Tibet dan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air Sungai Yarlung Tsangpo yang pernah dikunjungi Xi pada 2021.

Tang Jingyuan mengatakan: “Tokoh utama dalam perayaan Tibet kali ini sebenarnya adalah Hu Chunhua. Sebagai pejabat yang sudah lama dipinggirkan dan pensiun ke posisi ‘barisan kedua’, tiba-tiba ia justru melakukan inspeksi ke proyek Yarlung, bahkan media partai menempatkan namanya di bagian paling awal berita. Tanda-tanda ini semua menunjukkan bahwa perubahan besar telah terjadi di dalam tubuh partai.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine