Jutaan Wisatawan Tiongkok Liburan Hemat, Ada yang Tidak Keluarkan Sepeser Pun

EtIndonesia. Merosotnya kondisi ekonomi Tiongkok membuat tren “penurunan konsumsi” semakin nyata. Liburan musim panas tahun ini, industri pariwisata Tiongkok menghadapi “musim dingin” yang berat. Jutaan wisatawan melakukan perjalanan dengan cara super hemat, bahkan ada yang tidak mengeluarkan sepeser pun.

“Liburan musim panas tahun ini, ratusan juta wisatawan secara kolektif mempersembahkan sebuah pertunjukan seni perilaku besar-besaran: ‘Saya sudah datang, tapi saya tidak akan mengeluarkan uang sama sekali,” ujar seorang blogger Tiongkok mengunggah video.  

Blogger itu menggambarkan bahwa generasi muda sekarang hidup dengan cara yang lebih terbuka, menjadikan “wisata hemat” ke level baru. Misalnya, di Danau Garam Chaka di Qinghai, antrean panjang terjadi di toilet umum, sementara rata-rata pengeluaran wisatawan bahkan lebih rendah dari harga sebotol air mineral.

Blogger Tiongkok: “Sekarang orang-orang lebih memilih mengunjungi museum gratis, membawa mie instan sendiri, bermalam di pemandian umum atau tidur di dalam mobil. Kalau kamu buat tarif penginapan selangit, saya cukup mendirikan tenda semalam. Kalau harga naik, saya pilih wisata hemat; kalau kamu ekspansi, saya santai saja. Intinya, saya tidak mau jadi korban pemborosan.”

Musim panas ini, jumlah orang yang bepergian meningkat tajam, tetapi tingkat hunian hotel dan rumah sewa anjlok, harga kamar sampai terpangkas separuh. Banyak objek wisata dan biro perjalanan juga merugi, para pengusaha mengeluh keras.

Analisis menilai, gaya wisata hemat anak muda ini merupakan bentuk perlawanan terhadap upaya rezim Tiongkok yang ingin mendorong konsumsi lewat pariwisata.

“Semakin buruk kondisi ekonomi, semakin tertekan hidup seseorang, maka semakin besar pula keinginan untuk melepaskan diri. Di Tiongkok memang terlihat rombongan wisatawan sangat besar. Namun, dari sisi konsumsi, pola pikir mereka sudah berubah: menolak persaingan tidak sehat, menolak jadi ‘korban pemerasan’,” kata pengamat politik di AS, Xing Tianxing. 

Xing menambahkan, fenomena ini mencerminkan perubahan sosial-ekonomi di Tiongkok, yang memaksa anak muda untuk berpikir lebih rasional.

Xing Tianxing: “Wisata hemat ini terlihat seperti sebuah pencarian hidup—lebih bebas, lebih murni—tetapi pada kenyataannya juga sebuah keterpaksaan. Di bawah tekanan ekonomi dan sosial, mereka hanya bisa memilih cara ini untuk menegaskan nilai hidup mereka.”

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok terus memburuk, tingkat pengangguran tinggi, pendapatan menurun, dan pola konsumsi masyarakat mengalami penurunan.

“Rakyat semakin sulit bertahan hidup. Rezim tidak menyelesaikan masalah kehidupan rakyat, malah terus merampas dan menindas. Pada akhirnya, rakyat mungkin hanya bisa ‘berwisata ke Zhongnanhai’,” kata Ketua Aliansi Gerakan Warga Baru, Wang Shoufeng. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine