EtIndonesia. Menghadapi ancaman keamanan dari Rusia, Jerman tengah mempercepat modernisasi militer dan perekrutan tentara baru. Pada Rabu (27 Agustus), kabinet Jerman meloloskan rancangan undang-undang tentang “dinas militer sukarela” yang bertujuan memperbesar kekuatan militer reguler secara signifikan.
Rancangan ini akan resmi diberlakukan mulai 2026. Program perekrutan tersebut dirancang untuk menarik minat generasi muda dengan gaji yang lebih tinggi dan syarat dinas yang lebih fleksibel.
“Rusia saat ini, dan dalam jangka panjang, adalah ancaman terbesar bagi kebebasan, perdamaian, dan stabilitas Eropa,” ujar Kanselir Jerman, Friedrich Merz.
Menurut rencana Kementerian Pertahanan, sistem baru ini akan membantu memperluas jumlah pasukan cadangan dari sekitar 100 ribu menjadi 200 ribu, sekaligus mendorong sebagian relawan beralih menjadi tentara aktif.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius: “Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) harus diperkuat. Situasi keamanan internasional, khususnya sikap agresif Rusia, membuat hal ini menjadi keharusan. Kami membutuhkan Bundeswehr yang lebih besar dan kuat. Hanya dengan begitu, efek penangkalan terhadap Rusia bisa benar-benar dipercaya.”
Saat ini, jumlah tentara aktif Jerman sekitar 181 ribu orang. Pistorius menargetkan jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 260 ribu pada awal 2030-an, untuk memenuhi persyaratan kekuatan militer NATO.
Selain itu, mulai 2026, semua pemuda dan pemudi yang berusia 18 tahun akan menerima kuesioner untuk mengisi kesediaan dan kemampuan mereka mengikuti dinas militer. Mulai pertengahan 2027, seluruh laki-laki berusia 18 tahun wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, namun tidak diwajibkan untuk bertugas.
Jerman sebelumnya telah menghapus wajib militer pada 2011. Kini, reformasi ini dipandang sebagai langkah penting untuk membangun kembali kekuatan militernya.
Sumber : NTDTV.com


