PM Houthi Tewas Disapu Rudal Israel: Seluruh Kabinet Lenyap Sekejap

EtIndonesia. Dalam eskalasi baru ketegangan regional, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi kelompok Houthi termasuk Perdana Menteri mereka, Ahmed al-Rahawi, serta Menteri Pertahanan dan Kepala Staf.

Serangan dan Sasaran Utama

Pada 28 Agustus 2025, Angkatan Udara Israel (IAF) melancarkan operasi yang dinamai “Operation Lucky Drop”, menargetkan sekitar sepuluh pemimpin senior Houthi yang sedang berkumpul untuk menyaksikan pidato televisi dari pemimpin mereka, Abdul-Malik al‑Houthi

Serangan ini memicu peluncuran lebih dari sepuluh rudal dalam waktu kurang dari lima menit.

Korban tewas yang dilaporkan antara lain:

  • Ahmed al‑Rahawi, Perdana Menteri pemerintahan Houthi, tewas akibat serangan di apartemennya di kawasan Bayt Baws, Sanaa
  • Mohamed al‑Atifi, Menteri Pertahanan, dan Muhammad Abd al‑Karim al‑Ghamari, Kepala Staf, kemungkinan juga tewas dalam serangan lain yang menimpa lokasi pertemuan di sekitar kompleks istana presiden\
  • Israel menilai bahwa mereka mungkin berhasil menghancurkan seluruh kabinet Houthi — termasuk Perdana Menteri dan 12 menteri lainnya — meski konfirmasi penuh masih belum tersedia

Respon dan Dampak Awal

Menlu Israel, Israel Katz mengeluarkan pernyataan tegas: “Setelah wabah kegelapan datanglah wabah anak sulung. Siapapun yang mengangkat tangan terhadap Israel — tangannya akan diputus.”

Sementara itu, pihak Houthi membantah bahwa pemimpin mereka menjadi target langsung, dan menyatakan bahwa serangan tersebut justru menewaskan warga sipil yang mendukung Gaza

Konteks Militer dan Politik

Serangan kali ini merupakan puncak dari rangkaian aksi militer Israel terhadap Houthi sejak Mei 2025. Upaya ini dipicu oleh serangan balistik Houthi ke wilayah Israel dan kasus lain, termasuk kehancuran Bandara Internasional Sanaa serta pelabuhan Hodeidah oleh angkatan darat dan angkatan laut Israel selama beberapa bulan terakhir.

Selain itu, serangan-serangan sebelumnya termasuk aksi kapal perang terhadap pelabuhan Hodeidah (Juni 2025) dan berbagai sasaran militer di Sanaa (24 Agustus)

Efektivitas Strategis dan Tantangan Kecil

Meski serangan ini berhasil memukul struktur komando dan menewaskan sejumlah pejabat tinggi, para analis tetap meragukan dampak jangka panjangnya. Sebab, komando utama Houthi dikontrol oleh perwira yang dididik di Iran dan Lebanon, membuat struktur mereka relatif resilien dan mampu beradaptasi terhadap pukulan strategis seperti ini. (***)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine