Pada 3 September mendatang, Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan mengadakan parade militer peringatan perang di Lapangan Tiananmen, Beijing. Kementerian Luar Negeri PKT mengumumkan daftar para pemimpin negara yang diundang untuk menghadiri parade tersebut. Namun, banyak dari pemimpin yang hadir memiliki rekam jejak buruk, sementara para kepala negara Barat kompak absen.
EtIndonesia. Menurut media resmi PKT, sebanyak 26 kepala negara dan pemerintahan asing akan menghadiri parade besar memperingati 80 tahun perang tersebut di Beijing. Dua tamu utama adalah Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, disusul Presiden Iran Pezeshkian, Presiden Belarus Lukashenko, serta sejumlah pemimpin dari negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Namun, para kepala negara Barat tidak ada yang hadir.
“Hal ini terutama karena persaingan antara AS dan Tiongkok semakin memanas. Selain itu, terkait perang Rusia-Ukraina, PKT selalu berpihak pada Rusia. Ia terus menantang sistem perdagangan bebas yang diciptakan negara-negara Barat. Setelah Amerika Serikat menyadarinya, negara-negara demokratis tetap memilih berdiri di sisi AS,” kata Profesor Yao-Yuan Yeh dari Universitas St. Thomas, AS.
Sebelumnya, pemerintah Jepang melalui jalur diplomatik juga menyerukan agar negara-negara Eropa dan Asia tidak menghadiri parade militer PKT.
“Negara-negara demokratis maju di Barat kini sudah menganggap PKT sebagai ancaman terbesar. Jika mereka menghadiri parade tersebut, berarti sama saja memberikan legitimasi pada ekspansi global PKT dan ancamannya terhadap perdamaian. Karena itu, mereka tidak akan datang,” ujar pengamat politik di AS, Lan Shu.
Analisis menyebutkan, tujuan parade militer PKT adalah untuk menggalang poros jahat melawan Barat.
Mantan pengacara Beijing, Lai Jianping, mengatakan: “PKT ingin memanfaatkan parade ini untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara poros jahat yang sehaluan. Tujuannya tetap untuk berebut hegemoni dengan AS dan Barat. Negara-negara Barat tidak mau lagi bersekutu dengan rezim jahat seperti ini. Jadi PKT terpaksa menonjolkan Putin dan Kim Jong-un.”
Media Taiwan menyindir bahwa para pemimpin yang diundang ke parade itu memiliki rekam jejak buruk:
- Putin dituntut secara internasional karena melancarkan perang Rusia-Ukraina.
- Kim Jong-un dijatuhi sanksi internasional karena uji coba nuklir.
- Presiden Belarus Lukashenko dikenai sanksi oleh banyak negara karena pelanggaran HAM.
- Presiden sementara Myanmar, Min Aung Hlaing, dikenai sanksi AS dan Eropa karena kudeta militer.
Sumber : NTDTV.com


