Aksi protes di berbagai daerah Indonesia semakin meluas. Pada Minggu (31 Agustus), pemerintah akhirnya membuat konsesi besar. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa seluruh partai politik telah sepakat untuk membatalkan sebagian fasilitas dan keistimewaan anggota DPR.
EtIndonesia. Presiden RI Prabowo Subianto bersama para pimpinan partai besar mengumumkan di Istana Kepresidenan bahwa mereka telah setuju mencabut sejumlah kebijakan terkait fasilitas anggota DPR, sebagai respons terhadap tuntutan masyarakat.
“Pimpinan DPR telah mengumumkan akan membatalkan beberapa kebijakan parlemen, termasuk tunjangan anggota DPR serta penghentian perjalanan dinas luar negeri,” katanya.
Aksi protes di ibu kota Jakarta dimulai pada Senin (25 Agustus). Para demonstran menilai gaji serta tunjangan perumahan anggota DPR terlalu tinggi. Pada Kamis (28 Agustus), aksi tersebut meningkat menjadi kerusuhan.
Seorang pengemudi ojek online tewas dilindas kendaraan rantis Polri di lokasi aksi protes. Situasi berkembang ke sejumlah daerah menjadi kekerasan yang menewaskan sedikitnya tiga orang.
Sejumlah rumah milik anggota partai politik serta fasilitas pemerintah juga menjadi sasaran penjarahan dan pembakaran.
Prabowo menyatakan, ia telah memerintahkan militer dan kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kerusuhan dan penjarahan. Ia juga memperingatkan bahwa sebagian tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai “terorisme” dan “pengkhianatan negara”.
Pemerintahan Prabowo yang baru menjabat sejak Oktober tahun lalu relatif stabil, namun kerusuhan kali ini menjadi ujian terbesar bagi masa pemerintahannya.
Sumber : NTDTV.com


