Baru-baru ini, seorang netizen di Qinghai merekam sebuah video kawanan domba yang sedang menyeberang jalan. Setiap ekor domba ketika sampai di tengah jalan, melompat melewati garis kuning. Netizen pun bercanda: apakah domba-domba di Qinghai juga mengerti aturan lalu lintas, bahwa garis kuning tidak boleh dilanggar?
EtIndonesia. Pada 30 Agustus, seorang netizen mengunggah video yang memperlihatkan kejadian lucu tersebut di sebuah jalan nasional di Prefektur Otonomi Tibet Haibei, Provinsi Qinghai.
Dalam rekaman tampak jalan dua jalur, kendaraan dari kedua arah berhenti menunggu kawanan domba menyeberang. Saat menyeberang, ketika mencapai garis kuning putus-putus di tengah jalan, domba-domba itu melompat satu per satu melewati garis tersebut.
Netizen yang mengunggah video menuliskan: “Tolong ada yang jelaskan, kenapa harus lompat ya?”
Banyak warganet berkomentar, merasa tingkah laku domba itu sangat lucu, tetapi sulit dipahami mengapa semuanya harus melompat. Ada yang bercanda: “Apakah domba tahu garis kuning tidak boleh dilanggar?” atau “Domba juga bisa akting tanpa properti?”
青海羊群過馬路將黃線當障礙跳過,網友調侃:教練說不能壓黃線。 pic.twitter.com/F1Pg5nk927
— ying tang (@yingtan04410735) September 1, 2025
Pada 31 Agustus, seorang staf dari Pusat Penyelamatan dan Pembiakan Satwa Liar Qinghai menanggapi fenomena ini. Ia menjelaskan bahwa ini adalah efek pemimpin, juga dikenal sebagai “efek kawanan”. Jika domba pemimpin melakukan lompatan, maka domba-domba di belakang akan mengikuti dengan cara yang sama.
Menurutnya, alasan domba melompat bisa berasal dari rangsangan luar, misalnya mobil yang berhenti di jalan tiba-tiba sedikit maju sehingga membuat domba pemimpin terkejut, atau mungkin ada batu kecil atau rintangan di jalan.
Ia menegaskan, begitu domba pemimpin melompat, domba-domba setelahnya, tidak peduli jaraknya seberapa jauh, akan meniru gerakan domba sebelumnya.
Sumber : NTDTV.com


