EtIndonesia. Pada suatu hari di bulan Mei 2000, seniman Amerika Dean Blechie (Transliterasi-red) membuka kotak posnya dengan lesu. Sudah setengah tahun ini, kotak itu selalu kosong setiap hari. Tapi hari itu, wajahnya tiba-tiba berubah penuh kejutan—kotak posnya dipenuhi kartu pos dan surat! Apakah ide “gila”-nya akhirnya membuahkan hasil?
Awal dari Ide Aneh
Enam bulan sebelumnya, Blechie membuka rekening bank dan menyetor 10.000 lembar uang kertas pecahan 1 dolar.
Di setiap lembar uang itu, dia menulis dengan tangannya sendiri: “Ke mana perginya uang ini? Tolong kirimkan saya kartu pos untuk memberi tahu! D.D.B., PO Box 282, Highlandville, Missouri 65669. Semoga harimu menyenangkan!”
Awalnya dia tidak yakin akan ada yang merespons. Tapi sejak Mei, surat mulai berdatangan, rata-rata 70 surat per minggu. Hingga saat itu, dia sudah menerima lebih dari 7.400 balasan dari orang-orang asing yang tak pernah ia kenal.
Balasan dari Penjuru Negeri
· Steven, yang menemukan uang itu saat membeli kopi di Starbucks, menulis: “Ini hari pertama bulan madu saya bersama istri saya yang cantik. Selama seminggu, dolar ini ikut kami berkeliling pantai California. Semoga harimu menyenangkan!”
· Seorang penyair amatir bahkan membalas dengan sebuah puisi ringan, bertanya mengapa dia menulis di atas uang.
· Elizabeth, gadis 11 tahun dari Georgia, menulis: “Dear D.D.B., uangmu ada padaku. Aku punya dua kakak laki-laki yang nakal, dua burung, seekor kucing, dan dua anjing. Kamu punya kakak nakal atau hewan peliharaan juga?”
· Seorang sopir taksi dari San Francisco menulis di kartu pos besar: “Kenapa kamu menulis untuk orang asing? Aku sedang menyetir taksi, cuaca cerah sekali di sini. Kupikir Highlandville tidak seperti San Francisco, yang penuh kafe dan restoran pizza.”
· Kirk dari Florida bahkan mengirimkan sebuah paket berisi: koran Miami Herald edisi Minggu, foto-foto hewan peliharaannya (anjing, kucing, dan dua burung beo), serta sebuah kelapa hijau segar.
· Karen dari Sacramento mengirim foto dirinya sedang berusaha memasukkan sandwich raksasa ke mulutnya: “Inilah aku, dengan keahlianku yang unik.”
Tidak hanya itu—orang-orang mengirimkan peta, brosur wisata, menu restoran, stiker, magnet kulkas, kartu baseball, hingga tiket lotere. Semuanya menjadi mozaik cerita tentang kehidupan mereka masing-masing.
Kisah-Kisah yang Mengharukan
Ada pula orang-orang yang menuliskan kisah menyedihkan mereka. Seorang ayah yang baru kehilangan putranya menulis: “Tolong gunakan kartu pos ini dalam karyamu, sebagai kenangan bagi anakku.”
Dolar yang dia sebarkan bahkan sampai ke tempat-tempat tak terduga:
· Diselipkan di kaus kaki penari klub malam.
· Digunakan untuk berjudi di kasino.
· Didonasikan ke lembaga amal.
Semua cerita itu membuat Blechie tersadar: lembaran uang kecil ini menjadi jendela untuk melihat wajah kehidupan orang Amerika dalam segala warna—suka, duka, keindahan, juga luka.
Sebuah Seni tentang Kehidupan
Inspirasi awalnya datang ketika dia mengunjungi sebuah pameran seni mosaik di Seattle, tahun 1999. Saat melihat ratusan keping kecil membentuk sebuah gambar besar, dia berpikir: “Bagaimana kalau kartu pos yang terkumpul dari uang ini bisa disusun menjadi mosaik raksasa—sebuah potret kehidupan nyata?”
Dan benar saja, ribuan balasan itu kini menjadi bagian dari karya seninya, bukan hanya sebuah proyek seni rupa, melainkan juga sebuah potret kolektif masyarakat.
Kisah ini mengajarkan bahwa kadang ide sederhana, bahkan dianggap konyol, bisa membuka pintu menuju sesuatu yang besar: sebuah jalinan kehidupan, kenangan, dan cerita yang tak ternilai harganya.(jhn/yn)


