EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina memasuki babak baru yang semakin sengit. Ukraina kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Krimea dan sejumlah wilayah penting Rusia, menyebabkan kerugian signifikan baik di medan tempur maupun sektor industri.
Serangan Udara ke Krimea
Pada malam 1 September 2025, pasukan khusus Ukraina menyerang pangkalan udara Novofedorivka di Krimea. Rekaman kamera malam menunjukkan ledakan beruntun yang menghantam fasilitas utama. Setidaknya dua helikopter Mi-8 milik Rusia hangus terbakar.
Hampir bersamaan, di pelabuhan militer Sevastopol, ledakan dahsyat mengguncang Teluk Laut Hitam. Ukraina menenggelamkan kapal rudal Rusia tipe Bug-2190. Warga sekitar menggambarkan suara ledakan terdengar hingga jauh ke tengah laut.
Serangan ini bukan insiden tunggal. Sebelumnya, pada 29–30 Agustus 2025, Ukraina juga menggempur pangkalan udara Saky, merusak sistem pertahanan udara S-300 Rusia. Radar dan peluncur utama hancur sehingga tidak dapat lagi beroperasi.
Perebutan Wilayah di Donetsk
Di Donetsk, Ukraina meraih kemenangan strategis dengan merebut kembali kota kecil Novoekonomichne. Pasukan Brigade 425 bersama unit khusus berhasil menembus garis pertahanan Rusia setelah pertempuran sengit selama dua hari dengan dukungan artileri dan drone FPV.
Video dari lokasi memperlihatkan tentara Ukraina mengibarkan bendera nasional di parit-parit yang ditinggalkan Rusia. Posisi ini dianggap penting karena berada di jalur utama T0504, yang menghubungkan beberapa kota kunci di Donetsk.
Front Kherson dan Toretsk
- Kherson: Jet tempur MiG-29 Ukraina dengan bom presisi buatan AS menghancurkan pusat kendali drone Rusia.
- Toretsk: Brigade ke-12 Ukraina berhasil menggagalkan serangan mendadak Rusia. Tiga kendaraan lapis baja hancur oleh drone, sementara dua lainnya meledak akibat ranjau saat mundur.
Serangan ke Infrastruktur Rusia
Selain pertempuran darat, Ukraina kini memperluas serangan ke infrastruktur vital Rusia.
- Krasnodar & Sesenslan: Drone Ukraina menghantam kilang minyak yang menyumbang 4% produksi minyak Rusia.
- Tula: Pabrik kimia penghasil amunisi mengalami kerusakan berat.
- Balashikha, Moskow (31 Agustus): Kebakaran besar melanda pabrik kimia dengan area terbakar seluas 4.000 m². Walau tanpa korban jiwa, insiden ini menambah daftar panjang kebakaran misterius di fasilitas industri Rusia.
Rusia Kian Tertekan
Perang kini telah memasuki hari ke-1287. Data per 2 September 2025 menunjukkan Rusia kehilangan hampir 291.000 tentara sejak awal tahun 2025, tanpa keberhasilan merebut satu kota besar pun. Serangan musim panas yang dipromosikan Kremlin sebagai titik balik perang justru gagal total.
Kondisi ekonomi Rusia juga memburuk:
- Perusahaan energi negara mencatat kerugian 750 miliar rubel pada semester pertama 2025.
- Separuh penerimaan pajak tersedot untuk biaya perang.
- Defisit anggaran membengkak hingga lebih dari 2% dari PDB.
Politik Eropa Memanas: Hungaria vs Uni Eropa
Sementara itu di Eropa, sikap keras Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán yang berulang kali memveto kebijakan dukungan UE terhadap Ukraina memicu ketegangan diplomatik.
- Jerman mendorong pembekuan dana bantuan sebesar 43 miliar euro untuk Hungaria.
- Setidaknya 12 negara anggota UE mendukung perubahan mekanisme pemungutan suara dari konsensus menjadi mayoritas kualifikasi, agar Hungaria tidak lagi bisa memblokir keputusan penting.
Kesimpulan:
Serangan beruntun Ukraina di Krimea dan wilayah Rusia menegaskan perubahan dinamika perang. Rusia menghadapi tekanan ganda — kekalahan di medan tempur dan krisis ekonomi yang makin dalam. Sementara itu, di Eropa, pertikaian internal di Uni Eropa soal sikap Hungaria menambah kompleksitas geopolitik kawasan.


