EtIndonesia. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping untuk pertama kalinya tampil bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, pada Rabu (3/9/2025). Menurut laporan media Jepang dan siaran langsung BBC, dalam percakapan santai ketiganya, penerjemah Putin menyebutkan soal transplantasi organ yang terus dilakukan sehingga bisa membuat orang “semakin muda” bahkan “hidup abadi.”
Setelah terdengar suara tawa terbahak-bahak, siaran langsung segera mengalihkan kamera dari close-up ketiga pemimpin itu.
Cuplikan percakapan ini kemudian banyak beredar di internet dan memicu perbincangan luas publik terkait praktik kejahatan PKT berupa pengambilan paksa organ manusia.
Putin dan Xi Membicarakan “Keabadian” dan Penggantian Organ
Rekaman siaran langsung media CCTV Partai Komunis Tiongkok menunjukkan bahwa sebelum upacara “Parade 3 September” dimulai, Xi Jinping bersama para pemimpin negara lain berjalan menuju lokasi acara. Dalam perjalanan, Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin membicarakan soal umur panjang.
Dalam video, Xi Jinping melalui penerjemah bahasa Rusia berkata:
“Dulu, sangat jarang ada orang yang bisa hidup sampai usia 70 tahun, tapi sekarang usia 70 tahun masih dianggap anak-anak.”
Kemudian, suara penerjemah yang menyampaikan ucapan Putin terdengar sangat jelas. Putin membicarakan transplantasi organ, mengatakan:
“Organ manusia dapat terus ditransplantasikan, sehingga hidup akan semakin muda, bahkan bisa hidup abadi.”
Dalam video terdengar tawa terbahak-bahak.
Xi Jinping menanggapi: “Prediksi mengatakan bahwa pada abad ini, usia manusia bisa mencapai 150 tahun.”
Di sampingnya, Kim Jong Un tersenyum sambil menoleh ke arah Xi, tampak sangat tertarik dengan topik itu. (Tautan video yang beredar luas di kalangan warganet)
Epoch Times tidak dapat memperoleh rekaman lengkap suara asli Putin.
Dalam konferensi pers setelah parade, Putin membenarkan bahwa ia dan Xi Jinping memang membicarakan soal “memperpanjang usia manusia.”
“Saya pikir saya dan Presiden (Xi) sempat membicarakan topik ini saat berjalan menuju parade. (Mantan Perdana Menteri Italia) Silvio Berlusconi pernah sangat peduli dengan hal ini. Kedokteran modern dan teknologi yang berkaitan dengan transplantasi organ memberi manusia alasan untuk percaya bahwa usia bisa diperpanjang secara signifikan,” kata Putin.
Namun, rekaman video tersebut telah dihapus oleh otoritas PKT. Saat wartawan Epoch Times menonton saluran siaran langsung CCTV di YouTube, kini video itu sudah diubah menjadi “privat” sehingga tak dapat diakses . Tetapi video tersebut telah disimpan oleh BBC dan sejumlah media asing lainnya. Dalam video lengkap yang dirilis BBC, percakapan ini terdengar pada menit 3:40.
Tanggapan Ketua DPR AS Mike Johnson
Ketua DPR AS Mike Johnson menanggapi pertanyaan terkait dari wartawan televisi NTD berbahasa Inggris.
“Kita sudah mendengar banyak laporan mengerikan dari Tiongkok mengenai transplantasi organ, di mana organ diambil dari ‘donor yang tidak rela’—itu pun sudah dikatakan dengan sangat halus. Dan sekarang, percakapan mereka sampai terekam mikrofon tanpa sengaja. Ini pertama kalinya saya mendengarnya, dan hal itu sendiri sudah sangat menjelaskan masalahnya,” katanya.
“Ini menunjukkan cara pandang dunia mereka, yang benar-benar bertentangan dengan nilai moral kita, bahkan bisa dikatakan jahat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa fakta pemimpin PKT sendiri membicarakan hal ini harus menimbulkan kewaspadaan tinggi. Kongres AS menentang praktik semacam ini, dan sudah ada sejumlah rancangan undang-undang terkait. Jika perlu, masalah ini akan diprioritaskan.
Meledaknya Perbincangan Publik
Isi percakapan Xi dan Putin yang tersebar di media sosial luar negeri segera memicu perbincangan luas.
Pengamat politik senior Cai Shenkun, yang tinggal di AS, menulis di X: “Hal paling mencolok dalam parade hari ini adalah Xi, Putin, dan Kim secara terbuka membicarakan topik seperti ‘transplantasi organ’ dan ‘hidup abadi’. Hampir semua diktator memang mendambakan hidup abadi dan berkuasa selamanya.”
Shen Mingshi, peneliti di Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Nasional Taiwan, mengatakan kepada Epoch Times bahwa Putin selalu punya maksud tertentu ketika berbicara dalam kesempatan semacam ini.
“Saya pribadi menilai, ketika Putin membicarakan hal itu, sebenarnya ia sedang menguji kondisi kesehatan Xi Jinping. Mungkin Putin melihat Xi kali ini tampak berbeda dengan sebelumnya,” ujarnya.
Shen menambahkan, dari kegiatan Xi dalam dua hari terakhir, terlihat bahwa ia berjalan dengan langkah tidak stabil; saat menghadiri KTT SCO wajahnya tampak sangat gelap, terlihat tidak sehat.
Feng Chongyi, dosen senior di Universitas Teknologi Sydney, menulis di X: “Mimpi hidup abadi para diktator sudah berlangsung lama. Hanya karena kejahatan pengambilan organ hidup saja, rezim PKT pasti akan menerima kutukan langit dan tak bisa lepas dari kehancuran.”
Warganet juga ramai berkomentar bahwa PKT sedang mengumbar secara terbuka kejahatan pengambilan organ hidup:
- “Dalam Kisah Perjalanan ke Barat, para siluman membicarakan khasiat daging Biksu Tang Seng, kurang lebih sama seperti ini.”
- “Dua diktator ini membicarakan pencabutan organ dan hidup abadi? Mereka bahkan tidak berusaha menutupi lagi.”
- “Sekadar sebuah percakapan yang tertangkap kamera, sudah menunjukkan betapa jahatnya mereka.”
- “Sepertinya selain mengekspor kemiskinan, kelaparan, dan komunisme, PKT juga mengekspor organ hidup pemuda Tiongkok untuk para elit dan penguasa asing!”
PKT dan “Perpanjangan Usia” untuk Pejabat Tinggi
Pernyataan Xi tentang “usia manusia bisa mencapai 150 tahun” sebenarnya berasal dari sebuah proyek penelitian khusus PKT untuk memperpanjang usia pejabat tinggi.
Pada tahun 2019, pernah beredar luas di WeChat sebuah iklan tentang “Proyek Kesehatan Pimpinan 981,” yang memperkenalkan layanan medis khusus bagi jajaran pimpinan tertinggi PKT. Iklan itu mengklaim bahwa proyek ini telah menunjukkan “hasil signifikan” dalam 60 tahun terakhir, dengan target memperpanjang usia hingga 150 tahun.
Situs Baidu sebelumnya juga secara terbuka memperkenalkan bahwa kelompok riset “Proyek Kesehatan 981” dibentuk pada tahun 2005 dan resmi diluncurkan pada bulan Mei. Disebutkan bahwa proyek ini “memiliki pakar perawatan medis khusus untuk pimpinan nomor satu.”
Namun, ketika kecurigaan publik semakin meluas bahwa elit PKT memperpanjang hidup dengan organ khusus, iklan tersebut diblokir, dan penjelasan tentang proyek “981” di Baidu pun dihapus.
Pengamat politik Li Linyi mengatakan kepada Epoch Times bahwa percakapan Xi dan Putin ini membuktikan tuduhan komunitas internasional selama beberapa tahun terakhir mengenai keterlibatan PKT dalam industri pengambilan organ hidup berskala negara, serta adanya sistem organ khusus untuk kalangan elit PKT.
Ledakan Transplantasi Organ Setelah PKT Menganiaya Falun Gong
Setelah PKT mulai menganiaya Falun Gong, praktek transplantasi organ di Tiongkok melonjak drastis.
Menurut data resmi media PKT yang dikumpulkan oleh World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG), sebelum 1999, total kasus transplantasi hati di Tiongkok dalam lebih dari 20 tahun hanya berjumlah 135 kasus—rata-rata hanya 5–6 kasus per tahun. Namun, dalam 8 tahun sejak 1999 hingga 2006, transplantasi hati melonjak menjadi 15.207 kasus, rata-rata lebih dari 1.700 kasus per tahun—peningkatan sekitar 180 kali lipat.
Pada 2006, Epoch Times pertama kali melaporkan berdasarkan kesaksian Whistleblower bahwa PKT membunuh tahanan hati nurani untuk diambil organnya. Sejak saat itu, bukti mengenai kejahatan ini semakin banyak, bagaikan bola salju yang terus membesar.
Pada 2019, sebuah pengadilan independen di Inggris menyimpulkan dengan keyakinan penuh bahwa sebagian besar organ yang digunakan dalam industri transplantasi organ bernilai miliaran dolar di Tiongkok, berasal dari praktisi Falun Gong yang dianiaya, juga dari etnis Uyghur dan tahanan politik lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, praktik pengambilan organ hidup oleh PKT meluas dari target utama praktisi Falun Gong ke masyarakat umum. Bahkan, kini bahkan merambah ke luar negeri. (***)


