Pada 2 September, terjadi serangan menggunakan pisau daging di pusat kota Marseille, Prancis selatan, yang menyebabkan sedikitnya lima orang terluka. Pelaku kemudian ditembak mati oleh polisi.
EtIndonesia. Laporan AFP menyebutkan, sumber kepolisian Prancis mengungkapkan bahwa pelaku berpisau menyerang beberapa warga di dekat area yang dikenal sebagai titik panas perdagangan narkoba, sebelum akhirnya ditembak mati polisi.
Seorang saksi mata mengatakan, saat polisi mencoba menangkapnya, pelaku berusaha menusuk petugas. Saksi lain menyebutkan bahwa pelaku memegang “dua pisau daging besar”.
Menurut laporan Le Parisien, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.45. Pelaku adalah seorang pria berkewarganegaraan Tunisia, lahir pada 1990, yang memiliki status tinggal legal di Prancis.
Dikabarkan, pria tersebut diusir dari sebuah hotel karena menunggak biaya sewa kamar. Ia kemudian kembali ke kamar lamanya dan menyerang penghuni baru dengan pisau. Korban ditusuk di bagian perut, dilarikan ke rumah sakit, dan kini dalam kondisi kritis. Setelah itu, pelaku menyerang manajer hotel serta anaknya. Keduanya terluka, namun tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.
Usai meninggalkan hotel, pelaku menyerang pemilik sebuah kedai makanan cepat saji, tetapi gagal karena pelanggan melawan, sehingga ia melarikan diri. Selanjutnya, di jalan Cours Belsunce, ia kembali mencoba menyerang, melukai dua orang pejalan kaki di bagian wajah.
Sebelum pukul 15.30, sebuah tim patroli polisi bertemu langsung dengan pelaku. Polisi memintanya meletakkan senjata, namun ia menolak, sehingga akhirnya ditembak mati di tempat.
Catatan dinas intelijen menunjukkan bahwa pelaku pernah mengeluarkan pernyataan bernada anti-Yahudi.
Sumber : NTDTV.com


