EtIndonesia. Peristiwa penusukan massal di sebuah komunitas adat di Kanada bagian tengah menewaskan satu orang dan memaksa enam orang lainnya dirawat di rumah sakit pada hari Kamis (4/9), kata polisi federal, seraya menambahkan bahwa tersangka juga tewas dalam insiden tersebut.
Kekerasan tersebut terjadi di Hollow Water First Nation, sebuah komunitas terpencil dengan sekitar 1.000 penduduk, 217 kilometer di utara ibu kota Provinsi Manitoba, Winnipeg, ungkap Kepolisian Berkuda Kerajaan Kanada kepada AFP melalui email.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa setidaknya enam korban telah dibawa ke rumah sakit dan satu korban meninggal dunia,” kata RCMP.
“Tersangka juga meninggal dunia,” tambah kepolisian.
Para penyidik sedang “mengumpulkan informasi untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi,” tambah RCMP.
Pada tahun 2022, 11 orang tewas dan 18 orang luka-luka di sebuah komunitas adat terpencil di provinsi tetangga, Saskatchewan.
Pembunuhan di Suku Cree James Smith dan Desa Weldon di dekatnya memicu penyelidikan nasional dan kembali menyoroti maraknya kejahatan yang berdampak pada Suku Bangsa Pertama Kanada.
Masyarakat adat mewakili lima persen dari 41 juta penduduk Kanada, tetapi statistik menunjukkan bahwa mereka secara tidak proporsional terdampak oleh kejahatan kekerasan, termasuk pembunuhan. (jhn/yn)


