FBI Bongkar Sindikat Penipuan Besar-Besaran dari Warga Tiongkok, 28 Orang Didakwa

EtIndonesia. Baru-baru ini, aparat penegak hukum federal berhasil membongkar sebuah sindikat penipuan warga Tionghoa yang secara khusus menargetkan kelompok lansia. Nilai kasus ini mencapai 65 juta dolar AS, dengan 28 orang telah didakwa, termasuk mahasiswa asal Tiongkok.

Reporter Li Jiayin melaporkan :  “Apakah Anda tahu apa itu money mule (kurir uang)? Secara harfiah artinya orang yang bertugas mengantarkan uang. Dalam organisasi penipuan, ini adalah posisi kunci. Baru-baru ini, melalui beberapa money mule, aparat federal berhasil menelusuri jejak hingga membongkar kelompok kriminal lintas negara asal Tiongkok ini.”

Kantor Kejaksaan Federal telah menuntut 28 tersangka warga Tionghoa, dengan 25 orang berhasil ditangkap. Dari jumlah itu, 15 orang berasal dari Flushing, New York, termasuk mahasiswa asal Tiongkok.

Menurut dakwaan, kelompok ini mulai beroperasi sejak 2019 di wilayah California Selatan. Anggotanya mayoritas warga Tionghoa, termasuk imigran ilegal. Target utama mereka adalah lansia, dengan total kerugian korban mencapai 65 juta dolar AS.

Sindikat ini bekerja sama erat dengan “call center penipuan” di India. Mereka menyamar sebagai teknisi, pejabat pemerintah, atau pegawai bank, lalu menipu korban dengan alasan “kesalahan pengembalian dana”. Melalui tekanan dan ancaman psikologis, mereka memaksa korban untuk “mengembalikan” uang tersebut.

Uang tunai korban kemudian dikirimkan melalui jasa pos ke rumah sewa jangka pendek di Amerika Serikat. Para money mule bertugas menerima paket tersebut, mengambil upah, dan kerap berpindah tempat tinggal untuk menghindari pelacakan.

Dengan bantuan seorang blogger anti-penipuan, aparat berhasil mengidentifikasi tiga tersangka utama: Zhang Zhiyi (Cream Pablo, Hans Bum), Chen Dudu (Norris Chen), dan Chen Huajian (Marco Chen), lalu menelusuri jaringan di belakang mereka.

Saat ini, aset senilai 4,2 juta dolar AS milik para tersangka telah dibekukan, serta sejumlah mobil mewah disita.

Ke-28 tersangka, berusia antara 23 hingga 48 tahun, menghadapi dakwaan “konspirasi melakukan penipuan lewat surat dan transfer kawat” serta “konspirasi pencucian uang”, dengan ancaman hukuman maksimal 60 tahun penjara.

Reporter Li Jiayin menambahkan:  “Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus ‘penipuan refund’. Jika ada yang meminta mengembalikan uang dengan alasan ‘kelebihan transfer’, segera verifikasi ke bank. Jika dirasa mencurigakan, segera laporkan ke polisi.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine