Ponsel Penyelamat

EtIndonesia. Ini adalah kisah nyata. Di sebuah bus antar-kota yang sedang melaju, beberapa preman dengan seenaknya mulai mengganggu seorang gadis muda. Di dalam bus ada lebih dari 20 penumpang: ada pria paruh baya dengan jas rapi, ada anak muda dengan pakaian olahraga, bahkan ada beberapa orang berseragam. Namun, tak satu pun dari mereka berani berdiri membela sang gadis.

Gadis itu bagaikan domba kecil yang tak berdaya, hanya bisa pasrah ketika para preman menyentuhnya di hadapan banyak orang.

Tiba-tiba, seorang penumpang mengeluarkan ponselnya dan berkata keras-keras: “Halo, 110 ya? Ada beberapa preman sedang melecehkan seorang perempuan di dalam bus antar-kota. Tolong segera datang…”

Preman-preman itu langsung menghentikan aksinya. Mereka berbalik mencari sumber suara dan segera menemukan orang yang memegang ponsel: seorang pekerja kasar, pakaiannya masih penuh debu dan bercak semen.

Mereka pun serentak menyerangnya, menekan tubuhnya ke kursi. Pekerja itu berusaha melawan, tetapi para preman yang kalap menusukinya berulang kali dengan pisau.

Akhirnya, kekejaman itu membangkitkan keberanian para penumpang lain. Mereka serentak bangkit, melawan bersama, dan berhasil melumpuhkan para preman, lalu menyeret mereka ke kantor polisi. Namun, sang pekerja yang memicu keberanian itu tewas kehabisan darah meski sudah dibawa ke rumah sakit.

Ketika polisi mencoba menghubungi keluarganya, mereka memeriksa ponsel pekerja tersebut. Ternyata, “ponsel” yang berlumuran darah itu hanyalah sebuah mainan anak-anak.

Belakangan orang baru tahu, dia hanyalah seorang pekerja bangunan yang merantau ke kota. Dia bahkan tidak mampu membeli ponsel untuk dirinya sendiri. “Ponsel” itu sebenarnya hadiah kecil yang dia belikan untuk anaknya yang berusia tiga tahun—karena anaknya sangat suka bermain telepon genggam.

Sebuah mainan sederhana menjadi alat pemicu keberanian, bahkan mengorbankan nyawa. Kisah ini mengajarkan: Kadang, bukan apa yang kita miliki, melainkan keberanian dan ketulusan hati, yang bisa menyelamatkan orang lain.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine