EtIndonesia. Pasukan Israel terus meningkatkan serangan ke Gaza, membersihkan para Hamas yang masih bertahan di Kota Gaza. Pada Jumat (5/9/2025), Hamas merilis video dua sandera Israel, dengan maksud menjadikan mereka sebagai perisai manusia untuk menghalangi serangan militer Israel ke markas terakhir Hamas di Kota Gaza.
Israel pada hari yang sama melancarkan serangan udara terhadap gedung Mushtaha setinggi 14 lantai di Kota Gaza, yang kemudian runtuh. Militer Israel menyatakan gedung itu merupakan basis militer Hamas, dan sebelum serangan pihaknya telah memperingatkan warga sipil untuk mengungsi.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, 30 orang tewas dalam serangan udara Israel padai Jumat, termasuk 20 orang di Kota Gaza.
Pada hari itu juga, sayap militer Hamas merilis sebuah video yang menampilkan dua sandera Israel yang ditahan di Kota Gaza.
Sandera Guy Gilboa-Daral berkata dalam video: “Inilah yang kami harapkan. Kami ingin semua ini berakhir. Kami ingin kembali kepada keluarga kami. Tolong bawa kami pulang.”
Daral, yang ditahan oleh sayap militer Hamas Brigade al-Qassam, mengatakan video itu direkam pada 28 Agustus. Ia bersama sejumlah sandera lain masih ditahan di Kota Gaza.
Sandera lain yang juga muncul dalam video adalah Alon Oher, yang juga ditahan oleh Hamas di Gaza.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan teroris ke Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 251 sandera. Hingga kini, masih ada 48 sandera yang ditahan Hamas di Gaza. Diyakini sekitar 20 orang di antaranya masih hidup. Pengamat menilai, rilis video sandera ini adalah upaya Hamas menggunakan sandera sebagai perisai manusia untuk menahan serangan terakhir Israel ke Kota Gaza.
Militer Lebanon Usulkan Pelucutan Senjata Hizbullah, Dibahas di Kabinet
Sementara itu di Lebanon, pada Jumat kabinet menggelar rapat membahas usulan militer agar Hizbullah dilucuti dan semua persenjataan berada di bawah kendali negara.
Sejak gencatan senjata Israel-Lebanon pada November tahun lalu yang dimediasi Amerika Serikat, tuntutan agar Hizbullah dilucuti semakin kuat di dalam negeri.
Namun pihak Hizbullah menegaskan, mereka tidak akan menyerahkan senjata yang tersisa sebelum Israel sepenuhnya menarik diri dari wilayah Lebanon.
Militer Israel menyatakan akan terus menyerang target militer Hizbullah untuk mencegah kelompok itu mempersenjatai diri kembali, demi melindungi warga di perbatasan utara Israel.
Sumber : NTDTV.com


