Serangan siber yang dilancarkan oleh pemerintahan Partai Komunis Tiongkok (PKT) setidaknya telah menyasar lebih dari 80 negara, memengaruhi lebih dari 200 lembaga di Amerika Serikat, hingga membuat hampir seluruh data pribadi warga Amerika dicuri
EtIndonesia. Baru-baru ini, Aliansi Lima Mata (Five Eyes) bersama sejumlah lembaga penegak hukum dan intelijen Eropa merilis sebuah laporan yang mengungkap: kelompok peretas PKT bernama “Salt Typhoon” (Badai Garam) telah menyerang lebih dari 80 negara. Target mereka mencakup sektor telekomunikasi, pemerintahan, transportasi, perhotelan, dan infrastruktur militer. Sekitar 600 perusahaan menjadi korban, termasuk 200 lembaga Amerika yang sudah berhasil ditembus, sehingga hampir semua data pribadi warga AS bocor.
“Aksi serangan siber PKT semakin beragam, dengan frekuensi yang terus meningkat. Dengan serangan berulang ini, mereka berusaha menguras energi lawan, khususnya lembaga pemerintah, menciptakan kekacauan internal, menumbuhkan ketidakpercayaan pada pemerintah, serta memecah belah masyarakat di negara demokratis,” ujar Asisten peneliti di Institute for Political, Military and Operational Concepts Studies, Fang Congyan.
Blogger kanal Mark Time, Mark, berpendapat: “PKT selalu ingin mendapatkan catatan komunikasi pribadi pejabat Barat, untuk memahami karakter dan kelemahan mereka. Tujuannya adalah mengidentifikasi apakah seseorang bisa direkrut menjadi mata-mata. Menurut saya, ini adalah jalan pintas bagi PKT untuk mengendalikan Amerika Serikat atau mencuri intelijen dari AS di masa depan.”
Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat menyatakan bahwa saat ini mereka sudah berhasil mengendalikan sebagian besar serangan, dan berbagai negara juga semakin mampu melacak aktivitas hacker PKT. Namun, ancaman siber dari Tiongkok masih terus berlanjut.
Fang Congyan menekankan: “Kita menghadapi musuh bersama (adversary), sehingga perlu adanya kerja sama antarnegara dan antar lembaga terkait. Melalui pertukaran informasi dan pengalaman secara intensif, barulah kita bisa menghadapi ancaman ini.”
Sumber : NTDTV.com


