(Edisi Khusus): “Terbongkar! Parade Drone Tiongkok Hanyalah Ilusi Photoshop”

EtIndonesia. Pada parade militer 3 September, pemerintah Tiongkok dengan bangga memamerkan “keluarga besar” drone buatan dalam negeri. Media resmi langsung mengklaim bahwa kehadiran armada ini akan “mengubah aturan peperangan udara”. Namun, jika diteliti lebih dalam, tampak jelas bahwa apa yang ditampilkan hanyalah ilusi—sebuah “foto keluarga” yang dipoles demi propaganda, bukan gambaran nyata kekuatan militer.

Ilusi Drone “Penguasa Langit”

Yang paling menarik perhatian adalah drone nomor 5 dan 6, dijuluki “pengendali langit tanpa awak”. Nama garang itu seolah menandingi F-35 milik Amerika Serikat. Namun, faktanya justru memalukan:

  • Lemah secara teknologi: Drone ini bergantung sepenuhnya pada data link—ibarat layang-layang yang terikat benang. Begitu sinyal terganggu, kendali hilang total.
  • Tidak lincah: Panjang badan mencapai 16,67 meter, bahkan lebih besar daripada J-20. Tanpa ekor dan bobot berat, drone sebesar ini mustahil bermanuver cepat di udara.
  • Harga tak masuk akal: Dibanderol 30–40 juta dolar per unit, lebih mahal daripada jet J-10C, tetapi kemampuan tempurnya nihil. Julukan yang lebih tepat: “peti mati terbang emas”.

Dalam pertempuran modern, F-35 bisa mengunci dan menembaknya dari jarak puluhan kilometer, sementara drone ini hanya bisa menunggu hancur.

Drone Penopang J-20

Drone nomor 3 dan 4 disebut loyal wingman atau pendamping tempur J-20. Namun, realitanya lebih mirip:

  • Karung pasir: Dijadikan tameng untuk melindungi J-20 dari tembakan lawan.
  • Mata tambahan: Memberi data sensor tambahan, namun bergantung penuh pada jaringan komunikasi yang rentan.
  • Korban pengganti: Bila situasi genting, drone inilah yang “dikorbankan” agar J-20 bisa kabur.

Nomor 1 berbentuk seperti pembom mini B-2, tetapi lambat dan hanya cocok untuk serangan sekali pakai. Nomor 2 tampak seperti pesawat model skala besar, lebih cocok diekspor ke negara berkembang untuk menyerang target lapis baja ringan.

Kesimpulannya, yang disebut “sistem” ini hanyalah tempelan produk tambal-sulam, bukan jaringan operasi tempur yang utuh.

J-20: Sang “Naga Sakit”

Kebanggaan Tiongkok, jet tempur J-20, sesungguhnya rapuh. Jika didiagnosis layaknya pasien rumah sakit:

  1. “Penyakit jantung bawaan”
    Mesin WS-10 lemah, sementara bodi terlalu besar. Akibatnya, manuver setara jet era 1960-an.
  2. “Paru-paru lemah”
    Tangki kecil, boros bahan bakar. Strategi tempur hanya berani menembak dari jauh, lalu segera kabur.
  3. “Baju besi kertas”
    Kemampuan siluman mudah ditembus radar UHF milik pesawat peringatan dini AS. Bahkan sebelum menembak, posisinya sudah diketahui.

Karena itu, J-20 membutuhkan “kursi roda” berupa drone nomor 3 dan 4. Ironisnya, justru jaringan komunikasi mereka menjadi lampu suar yang memperlihatkan lokasi kepada musuh.

Krisis Pilot dan Skandal Global

Masalah Tiongkok bukan sekadar mesin, tetapi juga manusianya.

  • Kasus Daniel Duggan: Mantan pilot top Korps Marinir AS ditangkap karena melatih pilot Tiongkok secara diam-diam di Afrika Selatan. Puluhan pilot NATO pensiunan juga direkrut.
  • Istilah ejekan internal: “Lima Ketidakmampuan”—tidak bisa menganalisis, tidak memahami maksud atasan, tidak berani mengambil keputusan, tidak bisa menyusun formasi, dan tidak mampu menghadapi situasi mendadak.

Semua ini lahir dari sistem militer yang menuntut loyalitas politik di atas profesionalisme. Pilot Barat bertanya: “Bagaimana cara menang?” Pilot Tiongkok justru berpikir: “Kalau saya lakukan ini, melanggar aturan partai tidak?” Dalam duel udara, sepersekian detik keraguan berarti kematian.

Dari Parade ke Pasar Saham

Parade seharusnya jadi simbol kejayaan, tetapi ironisnya pada hari itu, pasar saham Tiongkok justru anjlok.

  • Saham sektor pertahanan yang semestinya naik, justru memimpin penurunan.
  • Ratusan miliar yuan modal kabur, investor kecil menderita.
  • Banyak yang menuding elit partai sengaja menggunakan parade untuk menjebak investor.

Namun kenyataannya lebih parah: bukan konspirasi rapi, melainkan perpecahan elit internal. Saat pemimpin berdiri gagah di menara, para kapitalis di belakangnya sibuk mencairkan keuntungan.

Simbol Runtuhnya Sistem

Peristiwa ini mencerminkan retakan mendalam:

  1. Kepemimpinan gagal: Tidak mampu mengendalikan kapitalis internal.
  2. Elit kehilangan kepercayaan: Lebih memilih melarikan modal daripada menjaga narasi “kebangkitan bangsa”.

Inilah simbol bahwa sistem sedang runtuh dari dalam—propaganda di panggung megah tidak lagi sejalan dengan kenyataan di balik layar.

Pertarungan Masa Depan

Dalam perang modern, yang menentukan bukan sekadar teknologi, melainkan industri dan daya tahan.

  • Amerika membangun sistem murah, massal, dan andal.
  • Tiongkok sibuk menciptakan “bintang mahal” yang rapuh.

Cara menilai klaim Tiongkok sederhana:

  1. Apakah ada teknologi komunikasi laser anti-gangguan?
  2. Apakah drone diuji massal dalam lingkungan elektromagnetik kompleks?
  3. Apakah drone sering terbang latihan, atau hanya dipajang di hanggar?
  4. Apakah latihan benar-benar mensimulasikan operasi lintas Selat Taiwan?

Jawabannya jelas: propaganda bisa dipoles, tetapi industri, data link, dan kapasitas produksi tidak bisa dibohongi.

Penutup

Parade 3 September bukanlah demonstrasi kekuatan sejati, melainkan panggung ilusi. Drone yang dipuji sebagai penguasa langit ternyata rapuh, J-20 terbukti cacat sejak lahir, pilotnya dilanda krisis kepercayaan, dan pasar saham menelanjangi retaknya elit. 

Semua ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap parade, Tiongkok menghadapi kenyataan pahit: ilusi kejayaan tak bisa menutupi rapuhnya fondasi militer dan politiknya. (***)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine