Penampakan  Fenomena Langit Langka “Bulan Darah” 2025  – Bulan Memerah Selama 82 Menit Disiarkan Penuh

Pada 7–8 September 2025 waktu Asia, dunia menyaksikan fenomena spektakuler berupa gerhana bulan total “Bulan Darah”, yang mewarnai bulan menjadi merah selama 82 menit. Sekitar 7 miliar orang di dunia dapat melihat sebagian atau seluruh fenomena ini, sementara di Tiongkok, Taiwan, dan sebagian besar wilayah Asia, gerhana bulan total dapat diamati sepenuhnya.

EtIndonesia. Saat gerhana bulan total terjadi, cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi dibiaskan sehingga membuat bulan tampak berwarna merah tua hingga merah gelap. Fenomena ini disebut “Bulan Darah.” 

Pada saat bulan berada di bagian terdalam bayangan bumi, warnanya menjadi paling merah dan redup – inilah fase paling menarik yang disebut puncak gerhana (totalitas).

Menurut prediksi, gerhana bulan kali ini berlangsung dari 7 September pukul 23:28:25 hingga 8 September pukul 04:55:08 (waktu Beijing). Fase “Bulan Darah” dimulai 8 September pukul 01:30 dan berakhir pukul 02:53, berlangsung selama 1 jam 23 menit. Keseluruhan gerhana berlangsung 5 jam 30 menit.

Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana

Gerhana bulan total kali ini dapat diamati secara penuh di wilayah yang sangat luas, termasuk Tiongkok, Taiwan, Asia Tenggara, Australia, India, Ukraina, Rusia, Israel, Timur Tengah, Jazirah Arab, serta Afrika bagian timur dan tengah. Diperkirakan 77% populasi dunia (sekitar 6,2 miliar orang) dapat menyaksikan, sementara secara keseluruhan 7,03 miliar orang (88% populasi dunia) dapat melihat setidaknya sebagian fase gerhana.

Berikut waktu pengamatan lengkap Bulan Darah di beberapa kota:

  • Bangkok: 8 Sept, 00:30–01:52 ICT
  • Beijing: 8 Sept, 01:30–02:52 CST
  • Hong Kong: 8 Sept, 01:30–02:52 HKT
  • Perth (Australia): 8 Sept, 01:30–02:52 AWST
  • Tokyo: 8 Sept, 02:30–03:52 JST
  • Sydney: 8 Sept, 03:30–04:52 AEST
  • Mumbai (India): 7 Sept, 23:00 – 8 Sept, 00:22 IST
  • Teheran (Iran): 7 Sept, 21:00–22:22 IRST
  • Kairo: 7 Sept, 20:30–21:52 EEST
  • Istanbul: 7 Sept, 20:30–21:52 EEST
  • Nairobi (Kenya): 7 Sept, 20:30–21:52 EAT
  • Cape Town (Afrika Selatan): 7 Sept, 19:30–20:52 SAST

Kondisi di Eropa

Banyak wilayah Eropa tidak dapat melihat gerhana total secara penuh karena bulan baru terbit setelah fase totalitas dimulai. Contoh:

  • London — Gerhana total: 18:30–19:52 BST; bulan terbit: 19:30 BST
  • Paris — Gerhana total: 19:30–20:52 CEST; bulan terbit: 20:17 CEST
  • Berlin — Gerhana total: 19:30–20:52 CEST; bulan terbit: 19:37 CEST
  • Madrid — Gerhana total: 19:30–20:52 CEST; bulan terbit: 20:34 CEST
  • Roma — Gerhana total: 19:30–20:52 CEST; bulan terbit: 19:30 CEST
  • Warsawa — Gerhana total: 19:30–20:52 CEST; bulan terbit: 19:06 CEST
  • Athena — Gerhana total: 20:30–21:52 EEST; bulan terbit: 19:41 EEST
  • Helsinki — Gerhana total: 20:30–21:52 EEST; bulan terbit: 20:02 EEST
  • Kiev — Gerhana total: 20:30–21:52 EEST; bulan terbit: 19:25 EEST
  • Moskow — Gerhana total: 20:30–21:52 MSK; bulan terbit: 19:03 MSK

Fakta Tambahan

  • Gerhana ini terjadi sekitar 2,7 hari sebelum perigee (titik terdekat bulan dengan bumi), sehingga bulan tampak sedikit lebih besar dari biasanya.
  • Selama gerhana, di samping bulan tampak sebuah “bintang” kuning terang. Itu sebenarnya adalah Saturnus, yang berada paling dekat dengan bulan pada 9 September pukul 01:10, dengan jarak sudut sekitar 3°30′.

Sumber : NTDTV.com


INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine