Pada 8 September 2025 pagi, Topan Tapah mendarat di perbatasan pesisir antara Jiangmen dan Yangjiang, Provinsi Guangdong. Topan ini membawa hujan deras disertai angin kencang, menyebabkan banyak daerah di Guangdong menghentikan pelayaran, transportasi, sekolah, dan menutup sejumlah lokasi wisata. Sebelum topan mendarat, langit di beberapa daerah memperlihatkan fenomena alam yang tidak biasa.
EtIndonesia. Menurut Badan Meteorologi Guangdong, Tiongkok, Topan Tapah mendarat sekitar pukul 08.50 dengan kekuatan badai tropis kuat (kategori 11, kecepatan angin 30 m/detik) di pesisir Haiyan, Taishan, Jiangmen.
Seorang netizen merekam video pada 7 September, memperlihatkan langit di Nansha, Guangzhou, dipenuhi awan tebal yang menimbulkan suasana menekan. Netizen berkomentar: “Rasanya suram sekali, sangat menakutkan, menyeramkan!”
9月7日,台风来临,广州南沙上空云层厚重压迫感拉满,广东多地黄色预警。 pic.twitter.com/X1Vr8tUq4W
— ying tang (@yingtan04410735) September 8, 2025
Di Haikou, Hainan, netizen merekam fenomena langit menyala merah seperti api setelah hujan deras pada 7 September sore.

Netizen lain juga mengunggah foto yang menunjukkan langit di Sanya, Hainan, berwarna merah menyala tidak biasa saat senja.
Akibat topan, pada 8 September wilayah Delta Sungai Mutiara serta banyak daerah di Guangdong dan Guangxi dilanda hujan deras dengan hembusan angin kencang 8–11 skala Beaufort. Di pusat kota Shenzhen, angin kencang mencapai 5–8 skala Beaufort, sementara di wilayah pesisir dan laut bisa mencapai sekitar 10 skala. Badan Meteorologi Shenzhen mengeluarkan peringatan kuning untuk topan dan peringatan oranye untuk hujan deras.
9月7号傍晚,受台风“塔巴”影响,海口暴雨过后出现超级晚霞。 pic.twitter.com/xNyLB5XK2E
— ying tang (@yingtan04410735) September 8, 2025
Pada 8 September, sekolah-sekolah di Shenzhen, Zhuhai, Yangjiang, Yunfu, Zhanjiang, Maoming, Jiangmen, dan kota-kota lain diliburkan.
Sementara itu, sejumlah layanan kereta api juga dihentikan atau dijadwalkan ulang. Pada 8 September, seluruh perjalanan di jalur Shenzhen–Zhanjiang dan Guangzhou–Maoming dihentikan, dengan rencana beroperasi kembali mulai 9 September.
Dari 7–8 September, kereta penyeberangan ke Hainan juga dihentikan, sebagian dialihkan untuk berakhir dan berangkat dari Stasiun Baiyun, Guangzhou.


Hingga saat ini, 30 rute kapal penumpang di Guangdong sudah dihentikan, dengan 94 kapal feri tidak beroperasi. Jalur penyeberangan penumpang Selat Qiongzhou juga dihentikan sejak 7 September pukul 14.00.
Per 7 September pukul 08.00, otoritas maritim di Zhanjiang, Yangjiang, Jiangmen, Maoming, Zhuhai, Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Macau, Shantou, Chaozhou, Jieyang, Shanwei, Huizhou, Guangzhou, Zhaoqing, dan Dongguan telah mengaktifkan respons darurat sesuai tingkatan masing-masing.
9月8日,深圳手颱風影響下暴雨,全市停課。 pic.twitter.com/CT0XaG4WSh
— ying tang (@yingtan04410735) September 8, 2025
Sejumlah lokasi wisata di Guangdong juga ditutup sementara, termasuk Kawasan Lahan Basah Nansha Guangzhou, Kuil Tianhou Guangzhou, serta Observatorium Astronomi Shenzhen dan jalur setapak di sekitarnya.
Di Yangjiang, 12 kawasan wisata pantai ditutup, sementara di Huizhou, kawasan wisata Xiyong menutup Pantai Emas, Xiaojingwan, dan Bubble Sea Beach untuk sementara waktu.
9月8日早上,深圳遭遇颱風暴雨,市民抱怨,為什麼不停工。 pic.twitter.com/l1vxsDxbju
— ying tang (@yingtan04410735) September 8, 2025
Namun, di tengah cuaca topan, para pekerja tetap harus keluar rumah. Seorang netizen di Shenzhen merekam dirinya berjalan dengan payung di tengah hujan deras sambil mengeluh: “Saya benar-benar tak habis pikir, kenapa hanya ada pemberitahuan libur sekolah tapi tidak ada libur kerja? Pekerja juga manusia! Ya Tuhan… ah, saya tak bisa merekam lagi, saya hampir tertiup angin!”
Sumber : NTDTV.com


