EtIndonesia. Beberapa tahun terakhir, isu integritas pemilu di Amerika Serikat terus menjadi sorotan. Semakin banyak insiden terkait pemungutan suara yang terungkap. Di California, seorang wanita bahkan mendaftarkan anjingnya untuk ikut memilih, berhasil mendapatkan surat suara lewat pos, dan benar-benar menggunakannya untuk memberikan suara.
Anjing petinju cokelat ini tampak mengenakan stiker “Saya sudah memilih”, dengan surat suara pos California di sampingnya, seolah-olah benar-benar seorang “warga pemilih”. Ini bukan lelucon—anjing itu memang berhasil ikut memberikan suara di California!
Pada 5 September, kantor Kejaksaan Orange County, California, mengkonfirmasi bahwa dalam pemilihan khusus pencabutan mandat Gubernur Gavin Newsom tahun 2021, Laura Lee Eurex, 62 tahun, penduduk Costa Mesa, mendaftarkan anjingnya sebagai pemilih dan berhasil memberikan suara lewat surat suara pos. Namun, pada pemilu paruh waktu federal Juni 2022, surat suara anjing itu ditolak.
Reporter: “Banyak orang bertanya-tanya, mengapa anjing ini bisa ikut memilih dalam pemilu California, tetapi tidak lolos dalam pemilu federal? Dalam pemilu negara bagian California, baik saat pendaftaran pemilih maupun pemungutan suara, tidak perlu menunjukkan identitas ataupun bukti alamat. Namun dalam pemilu federal, pemilih baru wajib memberikan bukti alamat dan menandatangani surat pernyataan. Karena itu, meskipun anjing itu kembali mengirimkan surat suara pada pemilu kedua, akhirnya ditolak.”
Menjelang pemilu 2024, anjing tersebut kembali menerima surat suara pos, padahal saat itu ia sudah mati.
Eurex akhirnya menyerahkan diri ke kantor pemilu. Ia kini menghadapi lima dakwaan kejahatan berat dan terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.
Untuk memastikan keadilan pemilu, pemerintahan Trump juga berencana mengeluarkan perintah eksekutif yang mewajibkan verifikasi identitas pemilih dalam pemilu federal dan menghapus penggunaan surat suara pos.
Sumber : NTDTV.com


